Banjir Sungai Ular Terjang Dua Desa di Galang, 11 Rumah Rusak Berat

Sebagian bangunan rumah warga rusak parah setelah diterjang luapan banjir air Sungai Ular. (foto: sembiring/ mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID (29/10/2026) – Banjir luapan air sungai ular menerjang Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Bencana tersebut menyebabkan 11 rumah rusak berat, 36 rumah terendam, serta puluhan keluarga terdampak.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis (29/10/2026), sebanyak 56 jiwa di Dusun II, Desa Bandar Kuala, terdampak banjir yang merusak tempat tinggal dan harta benda mereka. Sementara itu, di Desa Titi Besi, banjir merendam 36 rumah yang dihuni 37 kepala keluarga (KK).
Arus Banjir Meningkat pada Dini Hari
Nur (50), warga Dusun II, Desa Bandar Kuala, menuturkan bahwa air mulai naik pada Rabu (28/10/2026) selepas waktu Magrib. Namun, kondisi semakin mengkhawatirkan ketika arus banjir semakin deras pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Derasnya arus air menghantam kawasan permukiman hingga menyebabkan 11 rumah mengalami kerusakan parah. Sejumlah warga pun kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat bencana tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Meski demikian, dua unit sepeda motor dilaporkan hilang akibat terjangan banjir.
Banjir tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi warga terdampak. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung bersama keluarga rusak diterjang arus air, sementara harta benda yang dikumpulkan selama bertahun-tahun turut hilang.
Kondisi ini membuat warga harus menghadapi tantangan untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari, terutama bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Keterangan gambar: Sebagian bangunan rumah warga rusak parah setelah diterjang luapan banjir air Sungai Ular. (foto: sembiring/ mistar)
Di tengah situasi tersebut, kepedulian masyarakat menjadi salah satu harapan bagi warga yang terdampak. Dukungan dan bantuan dari berbagai pihak dibutuhkan agar mereka dapat melewati masa sulit dan mulai menata kembali kehidupan.
Siti, salah seorang relawan warga Kecamatan Galang, mengatakan bahwa dampak banjir bukan sekadar genangan air, melainkan juga kehilangan tempat tinggal, harta benda, serta rasa aman yang selama ini dimiliki warga.
“Bagi mereka, bencana ini bukan sekadar genangan air. Ini adalah kehilangan, kesedihan, dan perjuangan untuk kembali menata kehidupan dari awal,” ungkap Siti.
Ia berharap warga yang terdampak banjir mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak agar mampu menghadapi kondisi tersebut.
“Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Mari kita kirimkan doa dan kepedulian untuk saudara-saudara kita di Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi. Sebab, ketika mereka kehilangan tempat berteduh, kemanusiaan mengajak kita untuk hadir dan membantu,” imbuhnya.
Banjir yang melanda Desa Bandar Kuala dan Desa Titi Besi menjadi perhatian, terutama bagi keluarga yang rumahnya rusak berat dan kehilangan tempat tinggal.
Pendataan dampak bencana serta dukungan dari berbagai pihak menjadi hal penting untuk membantu warga memenuhi kebutuhan setelah banjir. Warga yang terdampak diharapkan memperoleh bantuan agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan memulihkan kondisi tempat tinggal mereka. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Pengemudi Mercedes-Benz Maut di Medan Diamankan, Polisi Selidiki Penyebab KecelakaanBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER












































