Keluhan Obat Anestesi Kosong, Wabup Batu Bara Sidak RSUD H OK Arya Zulkarnain

Wabup Batu Bara Syafrizal sidak ke RSUD H OK Arya Zulkarnain Batu Bara. (Foto: FB @Syafrizal/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID - Wakil Bupati (Wabup) Batu Bara Syafrizal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD H OK Arya Zulkarnain Batu Bara di Desa Kuala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Rabu (28/10/2026) sore.
Kunjungan mendadak yang disambut Plt Direktur RSUD H OK Arya Zulkarnain dr. H. Yufly Yanza dan jajaran itu, dilakukan Syafrizal setelah mendengar keluhan pasien yang berobat di rumah sakit milik Pemkab Batu Bara tersebut.
"Beberapa hari yang lalu saya mendengar adanya keluhan terhadap pelayanan RSUD OK Arya tentang ketersediaan kesehatan obat anestesi," tulis Syafrizal pada akun Facebook-nya.
Berdasarkan keluhan pasien tersebut, Syafrizal langsung melakukan pengecekan ketersediaan obat-obatan termasuk obat anestesi di rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD) itu.
Ia juga mengunjungi pasien yang sedang menjalani rawat inap dan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan pasien dan keluarga pasien. "Saya mohon maaf kepada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal," ucapnya.
Syafrizal berjanji ke depan tata kelola pengadaan dan stok obat harus dibenahi agar kebutuhan pasien terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang.
"Keselamatan pasien adalah prioritas. Pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas harus menjadi komitmen bersama," katanya.
Sidak ke RSUD yang diposting di akun media sosial tersebut sontak mendapatkan apresiasi dari netizen. Pada tanggapannya, warganet Edy Rustam menyatakan gembira atas gerak cepat Wabup Syafrizal.
Edy menyebutkan kesehatan adalah salah satu prioritas dan wajib di perbaiki dan dibenahi pelayanannya apalagi menyangkut kecukupan obat dan semua fasilitas di RSUD H OK Arya Zulkarnain harus menjadi perhatian khusus.
Namun, Edy menyarankan agar Pemkab Batu Bara mengganti pegawai yang tidak bisa bekerja di RSUD.
"Rumah sakit jangan main-main pelayanannya, harus yang benar-benar bisa bekerja dengan ilmu dan rasa kemanusiaan tinggi karena menyangkut kesehatan dan nyawa pasien," ujarnya.
Warganet lain, Wulan Widayanti mengungkapkan ketiadaan obat anestesi sudah pernah terjadi sebelumnya. "Ketiadaan obat bius sudah pernah kami alami saat adik kami hendak operasi usus turun tiba-tiba dikatakan obat bius tidak ada," tulis Wulan.
PREVIOUS ARTICLE
Viral di Medsos! Jika Bendungan Inalum Dibuka Bikin Sungai Asahan Meluap, Ini Klarifikasi ResmiBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER












































