Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
SUMUT

Keluhan Obat Anestesi Kosong, Wabup Batu Bara Sidak RSUD H OK Arya Zulkarnain

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 09.59 WIB
keluhan_obat_anestesi_kosong_wabup_batu_bara_sidak_rsud_h_ok_arya_zulkarnain_

Wabup Batu Bara Syafrizal sidak ke RSUD H OK Arya Zulkarnain Batu Bara. (Foto: FB @Syafrizal/Mistar)

‎Batu Bara, MISTAR.ID - Wakil Bupati (Wabup) Batu Bara Syafrizal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD H OK Arya Zulkarnain Batu Bara di Desa Kuala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Rabu (28/10/2026) sore.

‎Kunjungan mendadak yang disambut Plt Direktur RSUD H OK Arya Zulkarnain dr. H. Yufly Yanza dan jajaran itu, dilakukan Syafrizal setelah mendengar keluhan pasien yang berobat di rumah sakit milik Pemkab Batu Bara tersebut.

‎"Beberapa hari yang lalu saya mendengar adanya keluhan terhadap pelayanan RSUD OK Arya tentang ketersediaan kesehatan obat anestesi," tulis Syafrizal pada akun Facebook-nya.

‎Berdasarkan keluhan pasien tersebut, Syafrizal langsung melakukan pengecekan ketersediaan obat-obatan termasuk obat anestesi di rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD) itu.

‎Ia juga mengunjungi pasien yang sedang menjalani rawat inap dan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan pasien dan keluarga pasien. ‎"Saya mohon maaf kepada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal," ucapnya.

‎Syafrizal berjanji ke depan tata kelola pengadaan dan stok obat harus dibenahi agar kebutuhan pasien terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang. ‎

"Keselamatan pasien adalah prioritas. Pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas harus menjadi komitmen bersama," katanya.

‎Sidak ke RSUD yang diposting di akun media sosial tersebut sontak mendapatkan apresiasi dari netizen. ‎Pada tanggapannya, warganet Edy Rustam menyatakan gembira atas gerak cepat Wabup Syafrizal.

‎Edy menyebutkan kesehatan adalah salah satu prioritas dan wajib di perbaiki dan dibenahi pelayanannya apalagi menyangkut kecukupan obat dan semua fasilitas di RSUD H OK Arya Zulkarnain harus menjadi perhatian khusus.

‎Namun, Edy menyarankan agar Pemkab Batu Bara mengganti pegawai yang tidak bisa bekerja di RSUD.

"Rumah sakit jangan main-main pelayanannya, harus yang benar-benar bisa bekerja dengan ilmu dan rasa kemanusiaan tinggi karena menyangkut kesehatan dan nyawa pasien," ujarnya.

‎Warganet lain, Wulan Widayanti mengungkapkan ketiadaan obat anestesi sudah pernah terjadi sebelumnya. "Ketiadaan obat bius sudah pernah kami alami saat adik kami hendak operasi usus turun tiba-tiba dikatakan obat bius tidak ada," tulis Wulan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN