Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Satu Tahun 8 Bulan Misteri Kematian Jonres Sinaga Tanpa Tersangka, Kuasa Hukum Desak Polres Simalungun Periksa Ulang Saksi Kunci

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 09.35 WIB
satu_tahun_8_bulan_misteri_kematian_jonres_sinaga_tanpa_tersangka_kuasa_hukum_desak_polres_simalungun_periksa_ulang_saksi_kunci_

Kuasa hukum korban, Eben Ezer Sinaga mendampingi para saksi saat diperiksa di Polres Simalungun. (Foto: Kuasa Hukum Korban/mistar.id)

Simalungun, MISTAR.ID (29/10/2026) – Sudah satu tahun delapan bulan berlalu, misteri kematian Jonres Marindan Sinaga di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, belum juga terungkap. Hingga kini, Polres Simalungun belum menetapkan satu pun tersangka, membuat keluarga korban diliputi kegelisahan dan ketidakpastian.

Menuntut kejelasan, tim kuasa hukum keluarga korban terus mengawal kasus ini. Pada Rabu (28/10/2026), mereka mendampingi sejumlah saksi kunci menjalani pemeriksaan ulang di Polres Simalungun.

Eben Ezer Sinaga, kuasa hukum yang ditunjuk langsung Ketua Parsadaan Pomparan Tuan Somangmaha Boru (PPTSB) se-Indonesia, menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

"Saya mewakili PPTSB se-Indonesia khusus untuk kasus pembunuhan di Tanah Jawa tahun 2024 ini. Sampai hari ini Polres Simalungun belum juga mengungkap siapa pelakunya. Kita bicara satu tahun delapan bulan tanpa kejelasan," kata Eben kepada mistar.id, Kamis (29/10/2026).

Menurut Eben, pemeriksaan ulang saksi kunci sangat penting untuk membuat rekonstruksi kejadian menjadi terang benderang. Dalam proses berita acara pemeriksaan (BAP), pihaknya memastikan setiap saksi mendapat pendampingan dan perlindungan hukum demi menjaga objektivitas penyidikan.

"Kami minta polisi memeriksa ulang para saksi. Biar semua jelas dan transparan. Pemeriksaan dilakukan, tapi ada catatan saksi-saksi wajib kami dampingi," tegasnya.

Ia berharap pihak kepolisian dapat bergerak lebih cepat untuk mengungkap dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian Jonres.

Salah satu saksi kunci, Ica, dalam pemeriksaan ulang menyampaikan keterangan yang tidak jauh berbeda dari pemeriksaan sebelumnya. Ia mengungkap dua momen penting yang ia saksikan.

Pertama, sekitar pukul 23.00 WIB, saat baru pulang dari rumah teman, Ica melihat seorang perempuan bernama Nanda bersama temannya berada di sudut gelap samping rumah.

"Waktu itu saya lihat Nanda di luar rumah, dengan temannya. Nanda sempat memanggil saya, Dek, tapi saya langsung masuk rumah karena takut," ujar Ica.

Kedua, keesokan harinya sekitar pukul 11.00 WIB, saat sedang membersihkan teras, seorang pria bernama Tompel datang tergesa-gesa.

"Tompel tiba-tiba datang minta numpang cuci tangan. Dia juga bertanya, Nampaknya aku ngos-ngosan, Ca? Saya jawab, tidak ada apa-apa. Kenapa rupanya?" kata Ica.

Saat itulah Tompel menyampaikan kabar mengejutkan.

"Dia bilang, Jonres sudah mati di sana, sambil menunjuk ke arah lokasi penemuan mayat. Katanya korban sudah dicari dari semalam. Setelah itu, Tompel masuk rumah untuk cuci tangan," tutur Ica.

Keluarga berharap keterangan para saksi di hadapan penyidik dapat membuka jalan buntu penyelidikan yang telah berlangsung hampir dua tahun.

"Semoga apa pun hasilnya, nanti pelaku atau tersangka segera terungkap. Itu harapan kami," tutup Eben. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN