Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kunci di Tangan Arab! 18 Kursi Partai Arab Bisa Tentukan Nasib Netanyahu

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 10.18 WIB
kunci_di_tangan_arab_18_kursi_partai_arab_bisa_tentukan_nasib_netanyahu_

Parta-partai Arab di Israel meraih suara sangat besar tahun ini. (Foto: AFP/Ahmad Dharabli)

Yerusalem, MISTAR.ID (29/10/2026) — Partai-partai Arab berpeluang menjadi penentu pembentukan pemerintahan baru Israel setelah pemilihan umum.

Perolehan kursi mereka diproyeksikan mencetak rekor tertinggi, sehingga mampu memengaruhi persaingan sengit antara kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan blok oposisi.

Berdasarkan penghitungan sementara Komite Pemilu Pusat Israel pada Rabu (28/10/2026), setelah 50,1 persen suara masuk, blok Netanyahu dan blok oposisi sama-sama diproyeksikan meraih 51 dari total 120 kursi di Knesset, parlemen Israel.

Sementara itu, partai-partai Arab diperkirakan mengamankan 18 kursi.

Hasil ini masih dapat berubah seiring berlanjutnya penghitungan suara. Namun, untuk sementara belum ada blok yang mencapai 61 kursi, angka minimal untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

Dalam sistem parlementer Israel, partai atau koalisi harus memperoleh dukungan minimal 61 anggota Knesset untuk membentuk pemerintahan. Karena itu, partai-partai Arab berpotensi memainkan peran sebagai kingmaker atau penentu pihak mana yang bisa mengamankan mayoritas.

Dikutip dari NDTV, para pendukung partai-partai Arab merayakan hasil sementara di markas Joint List di Nazareth.

Pemimpin Joint List Yousef Jabareen memuji tingginya partisipasi pemilih Arab. Ia menyebut peningkatan tersebut sebagai pencapaian bersejarah.

"Belum pernah terjadi sebelumnya dan bersejarah dalam masyarakat Arab kita," kata Jabareen.

Warga Arab mencakup sekitar 20 persen dari total pemilih Israel. Meski demikian, tingkat partisipasi mereka secara tradisional lebih rendah dibanding warga Israel keturunan Yahudi.

Lonjakan partisipasi kali ini didorong oleh keinginan mengakhiri pemerintahan koalisi sayap kanan pimpinan Netanyahu yang mencakup sejumlah tokoh garis keras, seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Penolakan terhadap pemerintahan Netanyahu menggema di markas Joint List. Para pendukung meneriakkan, "Ben-Gvir, pulanglah," sebagai bentuk penentangan.

Jabareen menilai hasil sementara menunjukkan partai-partai yang dipimpin tokoh Arab dapat membuat perbedaan.

Ia juga berjanji partainya akan memperjuangkan perlindungan masyarakat Arab dari berbagai persoalan, termasuk kejahatan, rasisme, serta penghancuran rumah dan desa.

Berdasarkan proyeksi yang beredar, Joint List dan Raam diperkirakan meraih total 17 hingga 19 kursi di Knesset. Jika terwujud, itu akan menjadi pencapaian tertinggi partai-partai Arab sepanjang sejarah pemilu Israel.

Sementara itu, partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot diproyeksikan meraih 21 hingga 23 kursi. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN