Kekeringan Enam Bulan, Warga Cilacap Antre Air Bersih Gratis

Penyaluran bantuan air bersih yang dilakukan BPBD Kabupaten Cilacap di Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026) (Foto: BPBD Cilacap)
Jakarta, MISTAR.ID - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, selama sekitar enam bulan membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagian warga bahkan harus mengeluarkan Rp25 ribu per hari untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga.
Salah seorang warga Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Suryani, mengaku keluarganya membutuhkan lima jeriken air bersih setiap hari. Dengan harga Rp5.000 per jeriken, pengeluaran untuk air menjadi beban tambahan di tengah sulitnya memenuhi kebutuhan pokok.
“Sering beli air. Satu jerikennya Rp5.000. Buat beli beras saja sudah susah, ditambah beli air,” kata Suryani saat menerima bantuan air bersih dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, Rabu (28/10/2026).
Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga. Mereka beramai-ramai mendatangi lokasi pembagian dengan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, drum, ember hingga galon untuk menampung air.
Suryani membawa sekitar 10 jeriken yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan keluarganya selama tiga hari. Ia mengatakan, air tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti memasak, mandi, dan mencuci.
“Ya untuk masak, mandi, cuci, pokoknya bantuan ini sangat membantu,” ujarnya.
Selama kekeringan, warga tidak hanya membeli air, tetapi juga mencari sumber air alternatif di embung dan Kali Pejaten. Jarak dari permukiman menuju sumber air tersebut mencapai lebih dari dua kilometer.
Warga lainnya, Sutilah, mengaku harus mencari air ke embung atau Kali Pejaten ketika tidak ada bantuan pasokan air bersih.
“Kekeringan sudah enam bulan. Kalau nggak ada dropping, ya nyari di Kali Pejaten, di embung, pokoknya mencari yang ada. Itu jauh banget, 2 kilometer lebih,” ungkapnya.
Sutilah mengaku langsung menyiapkan wadah dan mengantre setelah mengetahui adanya pembagian air bersih gratis.
Koordinator Wilayah Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan dan Cilacap sekaligus Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Irfan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dari total 100 tangki air bersih yang disalurkan, bantuan akan dibagikan kepada warga di 31 desa yang tersebar di 17 kecamatan terdampak kekeringan. Desa Karangkemiri mendapat alokasi 20 tangki yang disalurkan secara bertahap.
“Ini bentuk kepedulian kami di Hari Bakti, dari total 100 tangki air bersih akan terbagi untuk 31 desa di 17 kecamatan terdampak, dan untuk Desa Karangkemiri sebanyak 20 tangki secara bertahap per hari ini,” kata Irfan. (hm25/detikcom)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER













































