Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Donnie Iris Meninggal di Usia 83 Tahun, Baru Pensiun 17 Hari, Sang King Cool Pergi Selamanya

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 16.57 WIB
donnie_iris_meninggal_di_usia_83_tahun_baru_pensiun_17_hari_sang_king_cool_pergi_selamanya

Donnie Iris semasa hidup. (foto:ig@digitalnoisephotography/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (27/10/2026) — Legenda rock Amerika Serikat, Donnie Iris, meninggal dunia pada usia 83 tahun, Senin (26/10/2026), hanya 17 hari setelah mengumumkan pensiun dari panggung musik. Kepergian penyanyi berjuluk "King Cool" ini menyisakan kisah mengharukan: ia tetap tampil dalam konser terakhirnya meski harus menjalani kemoterapi pada hari yang sama.

Donnie Iris, vokalis ikonis di balik lagu Ah! Leah! dan Love Is Like a Rock, mengembuskan napas terakhir setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker kandung kemih.

Kabar duka tersebut memicu gelombang penghormatan dari musisi, penggemar, hingga tokoh masyarakat Pittsburgh, Pennsylvania, kota yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kariernya selama lebih dari enam dekade.

Meski dikenal sebagai salah satu ikon rock era 1980-an, Iris memiliki tempat istimewa di hati penggemar berkat karakter vokalnya yang khas, penampilan penuh energi, dan kesetiaannya terhadap musik.

Baru 17 Hari Pensiun, Konser Terakhir Jadi Perpisahan Mengharukan

Donnie Iris resmi mengumumkan pensiun dari pertunjukan langsung pada 9 Oktober 2026 karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Keputusan tersebut diambil setelah penampilan terakhirnya pada 28 September 2026 di Citizens Live at The Wylie, Pittsburgh.

Namun, ada kisah luar biasa di balik konser perpisahan yang awalnya tidak direncanakan itu.

Menurut laporan KDKA Radio, Iris menjalani kemoterapi pada pagi hari sebelum naik panggung. Meski kondisi fisiknya melemah dan harus bernyanyi sambil duduk, ia tetap berusaha memberikan penampilan terbaik bagi penggemarnya.

Momen tersebut kini dikenang sebagai bukti kecintaannya terhadap musik.

Iris diketahui mengidap kanker kandung kemih sejak 2023. Penyakit itu sempat memaksanya membatalkan sejumlah konser sebelum kembali tampil pada 2024.

Meski demikian, penyebab resmi kematiannya belum diumumkan dalam laporan awal.

Dari The Jaggerz hingga “Ah! Leah!”, Perjalanan Sang King Cool

Lahir dengan nama Dominic Ierace pada 28 Februari 1943 di New Castle, Pennsylvania, Donnie Iris telah menunjukkan bakat musik sejak kecil.

Ia mulai bernyanyi di acara pernikahan ketika berusia lima tahun dan tampil di televisi lokal pada usia delapan tahun.

Karier profesionalnya melejit bersama The Jaggerz pada akhir 1960-an. Lagu The Rapper, yang turut ditulisnya, berhasil mencapai posisi kedua Billboard Hot 100 pada 1970.

Setelah meninggalkan The Jaggerz, Iris bergabung dengan Wild Cherry, grup funk-rock yang dikenal lewat Play That Funky Music.

Pertemuannya dengan musisi Mark Avsec kemudian membuka babak baru melalui pembentukan Donnie Iris and the Cruisers.

Puncak popularitasnya datang lewat Ah! Leah! pada 1980. Lagu dengan riff gitar bertenaga, harmoni vokal berlapis, dan karakter suara tinggi tersebut menjadi salah satu karya paling dikenang dalam perjalanan rock Amerika.

Kesuksesan berlanjut melalui album King Cool (1981), yang melahirkan sejumlah lagu populer, termasuk Love Is Like a Rock dan My Girl.

Julukan "King Cool" pun melekat pada Iris, mencerminkan karisma panggung yang membuatnya dicintai lintas generasi.

Tak Lagi Merajai Tangga Lagu, tetapi Tetap Jadi Raja di Pittsburgh

Salah satu hal paling menarik dari Donnie Iris adalah kemampuannya mempertahankan loyalitas penggemar jauh setelah masa kejayaan komersialnya berlalu.

Berbeda dari banyak musisi yang popularitasnya memudar setelah era 1980-an, Iris tetap menjadi ikon budaya Pittsburgh dan Pennsylvania bagian barat.

Ia terus tampil di berbagai konser regional, membangun kedekatan dengan penggemar yang mengikuti perjalanan musiknya selama puluhan tahun.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan seorang musisi tidak selalu ditentukan oleh popularitas global atau posisi tangga lagu.

Bagi masyarakat Pittsburgh, Iris bukan sekadar penyanyi dengan sejumlah hit klasik. Musiknya telah menjadi bagian dari identitas, nostalgia, dan kebanggaan komunitas setempat.

Loyalitas penggemar inilah yang membuat warisan Donnie Iris bertahan jauh melampaui puncak popularitasnya.

“He Was King Cool”, Penghormatan Terakhir untuk Legenda Rock

Kepergian Donnie Iris meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan musisinya.

Joe Vitale Jr., drummer Donnie Iris and the Cruisers, mengenangnya sebagai sosok hangat, rendah hati, dan penuh semangat.

Dalam penghormatan emosionalnya, Vitale menyampaikan kalimat yang merangkum kepribadian sang legenda:

"He was King Cool."

Penghormatan juga datang dari Wali Kota Pittsburgh Corey O'Connor dan mantan wali kota Bill Peduto, yang mengenang Iris sebagai musisi berbakat sekaligus pribadi yang dekat dengan masyarakat.

Bagi para penggemar, kepergiannya terasa semakin menyedihkan karena terjadi begitu dekat dengan pengumuman pensiun.

Namun, perjalanan Donnie Iris menyimpan pesan yang lebih besar daripada sekadar kisah kehilangan.

Dari The Rapper hingga Ah! Leah!, ia membuktikan bahwa musik mampu melampaui generasi, perubahan tren, dan batas popularitas.

Kini, sang King Cool telah meninggalkan panggung untuk selamanya. Namun, suara khas, lagu-lagu legendaris, dan kenangan yang diciptakannya akan terus hidup di hati penggemar rock dunia.

(cbspittsburgh/noise11/wtae/wpxi/kdkaradio/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN