Mencekam! Penyelam Bongkar Fakta di Dasar Segitiga Bermuda, Kompas Berputar Liar dan Ratusan Bangkai Kapal

Visual bawah laut Segitiga Bermuda dengan penyelam yang menyoroti bangkai kapal Pelinaion dan kompas tua. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (27/10/2026) – Misteri Segitiga Bermuda selama puluhan tahun dibumbui kisah mistis dan hilangnya kapal secara gaib. Namun, seorang penulis perjalanan Robin Esrock memutuskan menyelam langsung ke jantung perairan mematikan itu untuk membuktikan kebenarannya.
Bermuda adalah gugusan pulau di Samudra Atlantik Utara, tepat di timur lepas pantai Amerika Serikat. Di balik airnya yang jernih, perairan ini ternyata menyimpan kuburan massal kapal. Data Canadian Geographic mencatat lebih dari 300 bangkai kapal karam yang terjebak di terumbu karang dan kini menjadi rumah bagi biota laut.
Mengutip CNN Indonesia, Senin (26/10/2026), dalam penyelaman itu, Esrock mengunjungi salah satu situs paling terkenal, yakni bangkai kapal kargo Yunani Pelinaion. Kapal sepanjang 117 meter itu karam pada 16 Januari 1940 setelah menghantam karang di dekat St. David's Head saat membawa bijih besi dari Afrika Barat menuju Baltimore, Amerika Serikat.
Bangkai Pelinaion kini terbaring di kedalaman 6 hingga 21 meter. Struktur ketel uap raksasa, mesin utama, dan baling-baling cadangan masih terlihat jelas, meski sebagian tubuhnya telah diselimuti karang dan terumbu.
Momen paling mencekam terjadi saat menguji mitos kompas gila yang melegenda di Segitiga Bermuda. Perwakilan Bermuda Underwater Exploration Institute, Horsfield, mengungkap fenomena aneh tersebut benar terjadi.
"Kami meletakkan kompas dari berbagai periode di atas geladak. Pada satu titik, kompas-kompas yang lebih tua mulai berputar ke arah yang berbeda-beda. Pemandangan itu cukup menakutkan," ungkap Horsfield.
Ia menjelaskan, kompas model lama memang bisa berputar tak terkendali ketika utara geografis dan utara magnetis berada dalam satu garis lurus pada kondisi atmosfer tertentu, bukan karena kekuatan gaib.
Menariknya, saat ditanya soal gangguan supranatural, pemandu selam lokal yang sudah bertahun-tahun menyelam malam di lokasi itu mengaku tidak pernah mengalami kejadian mistis.
Ancaman nyata di Segitiga Bermuda justru bukan hantu, melainkan ikan singa atau lionfish. Spesies invasif asal Indo-Pasifik ini merusak rantai makanan dan mengancam ekosistem terumbu karang Atlantik, sehingga para penyelam rutin memburunya.(hm02)










































