Monday, October 26, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Rome Film Festival vs AFI FEST 2026: Adu Glamor Bintang Hollywood, Siapa Paling Mencuri Perhatian?

Mistar.idSenin, 26 Oktober 2026 pukul 20.40 WIB
rome_film_festival_vs_afi_fest_2026_adu_glamor_bintang_hollywood_siapa_paling_mencuri_perhatian

Rome Film Festival vs AFI FEST 2026: Adu Glamor Bintang Hollywood, Siapa Paling Mencuri Perhatian? (foto ilustrasi:gemini/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (26/10/2026) — Dua festival film bergengsi, dua kota ikonik, dan sederet bintang dunia berebut sorotan. Rome Film Festival dan AFI FEST 2026 mengubah Oktober menjadi panggung persaingan glamor, ketika film terbaru Hollywood, busana mewah, dan penampilan selebritas mencuri perhatian publik internasional.

Dari Julianne Moore, Javier Bardem, hingga Jenna Ortega, karpet merah Roma dipenuhi nama besar. Sementara itu, Hollywood tak kalah menarik dengan deretan proyek terbaru yang melibatkan Pedro Pascal, Rooney Mara, dan sejumlah aktor papan atas.

Berlangsung pada 13–25 Oktober di Roma dan 21–25 Oktober di Los Angeles, kedua festival ini bukan sekadar ajang pemutaran film. Keduanya juga menjadi arena promosi, perayaan kreativitas, sekaligus panggung fashion selebritas dunia.

Lantas, siapa yang paling berhasil mencuri perhatian?

Rome Film Festival 2026: Julianne Moore hingga Jenna Ortega Jadi Sorotan

Memasuki edisi ke-21, Rome Film Festival 2026 menghadirkan sekitar 150 film dengan Auditorium Parco della Musica Ennio Morricone sebagai pusat penyelenggaraan.

Julianne Moore menjadi salah satu sorotan utama lewat film The Debut arahan Jesse Eisenberg. Aktris peraih Oscar tersebut juga menerima penghargaan atas pencapaian kariernya.

Javier Bardem turut mencuri perhatian melalui film The Beloved (El ser querido) karya Rodrigo Sorogoyen. Aktor asal Spanyol itu mendapat penghargaan pencapaian seumur hidup yang diserahkan sutradara Paolo Sorrentino.

Sementara itu, Jenna Ortega membawa daya tarik generasi muda Hollywood melalui proyek Klara and the Sun, adaptasi novel Kazuo Ishiguro yang disutradarai Taika Waititi.

Kehadiran ketiganya memperlihatkan bagaimana festival film mempertemukan aktor lintas generasi, sekaligus menjadi momentum memperkenalkan karya terbaru kepada penonton internasional.

Fashion Red Carpet Roma: Gaun Merah hingga Gaya Mewah Selebritas

Tak hanya film, fashion red carpet Rome Film Festival 2026 menjadi magnet perhatian.

Busana hitam mendominasi malam pembukaan. Namun, aktris Italia Claudia Pandolfi tampil mencolok dengan gaun merah intens, sementara penyanyi Anna Pepe menghadirkan nuansa merah muda terang yang kontras dengan atmosfer formal festival.

Jenna Ortega dan Julianne Moore juga menjadi perhatian media fashion berkat pilihan alas kaki dari desainer mewah Italia.

Penampilan tersebut menegaskan bahwa karpet merah bukan lagi sekadar tempat selebritas berpose. Setiap detail, mulai dari gaun, sepatu, aksesori, hingga tata rambut, dapat menjadi bagian dari strategi membangun citra dan memperluas publisitas film.

Sorotan lain datang dari premiere serial All's Fair pada 24 Oktober 2026. Kim Kardashian, Kris Jenner, dan Naomi Watts meramaikan karpet merah Roma, memperlihatkan semakin eratnya hubungan festival film dengan industri televisi dan streaming.

AFI FEST 2026: Hollywood Unjuk Kekuatan Lewat Film Terbaru

Di seberang Atlantik, AFI FEST 2026 merayakan edisi ke-40 dengan menghadirkan 157 film, termasuk lima Red Carpet Premieres dan 12 Special Screenings.

Festival yang berlangsung di Hollywood pada 21–25 Oktober ini mempertemukan produksi internasional, film independen, dokumenter, hingga karya sineas muda.

Salah satu judul yang menarik perhatian adalah I Play Rocky, film arahan Peter Farrelly yang dibintangi Anthony Ippolito sebagai Sylvester Stallone.

Film tersebut mengangkat kisah di balik terciptanya Rocky, salah satu karya paling ikonik dalam sejarah perfilman Hollywood.

Menariknya, I Play Rocky juga masuk dalam rangkaian Rome Film Festival 2026, menjadikannya penghubung antara dua festival besar tersebut.

Nama Pedro Pascal turut menjadi sorotan melalui Behemoth!, sedangkan Rooney Mara dan Kate Mara membintangi Bucking Fastard karya Werner Herzog.

AFI FEST juga menghadirkan A Long Winter yang dibintangi Kit Connor serta The Idiot(s) dengan Johnny Flynn dan Aimee Lou Wood.

Deretan proyek ini menunjukkan bahwa daya tarik AFI FEST tidak hanya bertumpu pada popularitas aktor, tetapi juga keberagaman cerita dan reputasi para sineasnya.

Roma vs Hollywood: Siapa Unggul dalam Persaingan Karpet Merah?

Meski sama-sama berlangsung pada Oktober, Rome Film Festival dan AFI FEST memiliki karakter berbeda.

Roma menawarkan perpaduan sinema Eropa, kemewahan fashion Italia, dan atmosfer budaya klasik. Sebaliknya, AFI FEST menonjolkan kedekatannya dengan industri perfilman Hollywood serta momentum promosi film internasional.

Dalam urusan fashion, Rome Film Festival mendapat perhatian melalui gaya para selebritas dan hubungan eratnya dengan rumah mode Italia.

Sementara itu, AFI FEST menjadi panggung penting bagi proyek baru, pertemuan sineas, dan percakapan industri menjelang musim penghargaan Hollywood.

Namun, persaingan keduanya bukan kompetisi resmi. Tidak ada pemenang tunggal yang dapat ditentukan hanya berdasarkan popularitas selebritas atau kemewahan karpet merah.

Justru, perbedaan karakter inilah yang membuat kedua festival menarik untuk dibandingkan.

Fakta Menarik Rome Film Festival dan AFI FEST 2026

Di balik kemeriahan karpet merah, sejumlah fakta unik memperlihatkan besarnya pengaruh kedua festival terhadap industri hiburan global.

Pertama, dua festival berakhir pada hari yang sama. Rome Film Festival dan AFI FEST sama-sama menutup rangkaian acara pada 25 Oktober 2026. Selama lima hari terakhir, keduanya berlangsung bersamaan di dua benua.

Kedua, Rome Film Festival memperpanjang jadwal penyelenggaraan. Penambahan satu hari dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah film yang didaftarkan serta kebutuhan produser dan distributor independen.

Ketiga, AFI FEST memberikan ruang bagi keberagaman sineas. Dari 157 film yang ditampilkan, program festival mencakup karya sutradara perempuan, sineas dari berbagai latar belakang, hingga mahasiswa perfilman.

Keempat, karpet merah Roma termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Area Auditorium Parco della Musica menjadi pusat perhatian fotografer dan media hiburan internasional.

Kelima, festival film kini tidak terbatas pada film bioskop. Kehadiran All's Fair memperlihatkan bagaimana serial streaming juga memanfaatkan festival sebagai panggung promosi.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa festival film telah berkembang menjadi ekosistem hiburan yang menghubungkan sinema, fashion, teknologi distribusi, dan budaya populer.

Bukan Sekadar Glamor, Red Carpet Jadi Senjata Promosi Hollywood

Ada alasan mengapa penampilan selebritas di festival film selalu menjadi perhatian.

Di era media sosial, satu foto karpet merah dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas daripada penonton film itu sendiri.

Busana mencolok berpotensi menjadi viral, sementara wawancara singkat aktor dapat memperkenalkan proyek terbaru kepada jutaan penggemar.

Fenomena ini membuat fashion semakin penting dalam strategi publisitas industri hiburan.

Namun, popularitas di media sosial tidak otomatis menjamin kesuksesan sebuah film. Respons kritikus, kualitas cerita, distribusi, dan penerimaan penonton tetap menentukan perjalanan karya tersebut.

Hal serupa berlaku dalam persaingan musim penghargaan. Festival dapat membantu membangun momentum, tetapi keikutsertaan dalam festival bukan jaminan memperoleh nominasi Oscar.

Festival Film, Gala Penghargaan, dan Premiere: Apa Bedanya?

Di tengah ramainya pemberitaan selebritas, istilah festival film, gala penghargaan, dan premiere sering dianggap sama.

Padahal, ketiganya memiliki fungsi berbeda.

Festival film merupakan rangkaian acara yang menghadirkan pemutaran karya, diskusi, kompetisi, dan kegiatan industri. Rome Film Festival dan AFI FEST termasuk kategori ini.

Gala penghargaan berfokus pada pemberian apresiasi kepada aktor, sutradara, atau karya terbaik, seperti Academy Awards dan Golden Globes.

Sementara itu, premiere adalah acara pemutaran perdana atau pemutaran khusus sebuah film, yang dapat berlangsung secara mandiri maupun menjadi bagian dari festival.

Perbedaan ini penting karena tidak semua film yang diputar di festival melakukan debut dunia, dan tidak setiap acara karpet merah merupakan ajang penghargaan.

Ketika Film, Fashion, dan Bintang Dunia Bertemu

Rome Film Festival dan AFI FEST 2026 membuktikan bahwa festival film modern telah berkembang jauh melampaui ruang pemutaran bioskop.

Roma menghadirkan kemewahan fashion dan penghormatan terhadap sejarah sinema. Hollywood menawarkan panggung bagi karya terbaru, sineas internasional, dan dinamika industri perfilman.

Dari Julianne Moore hingga Jenna Ortega, dari Javier Bardem hingga Pedro Pascal, deretan nama besar tersebut memperkuat daya tarik dua festival yang berlangsung hampir bersamaan.

Pada akhirnya, karpet merah memang mampu mencuri perhatian dalam sekejap. Namun, kualitas film dan kekuatan cerita tetap menjadi faktor utama yang menentukan apakah sebuah karya akan terus dibicarakan setelah gemerlap festival berakhir.

Sebab di balik persaingan busana mewah dan kilatan kamera, bintang sesungguhnya tetaplah film itu sendiri.

(rff/afifest/vogue/wwd/pagesix/variety/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN