Longsor Timbun Jalan di Dairi, Aktivitas Warga Tiga Desa Terganggu

Material longsor timbun sejumlah titik badan jalan di Kecamatan Sinehi Dairi. (Foto:dokumen Warga Siinehi/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID (26/10/2026) – Sejumlah warga mengabarkan, ratusan meter badan jalan tertimbun material longsor yang menyebabkan aktivitas masyarakat di tiga desa di Kecamatan Siempat Nempu Hilir (Sinehi), Kabupaten Dairi, sangat terdampak dan terganggu, terutama mobilisasi hasil pertanian pascapasar tradisional Pardomuan.
Kabar itu diterima Mistar dari sejumlah warga melalui telepon dan WhatsApp, disertai dokumentasi lokasi longsor, Senin (26/10/2026).
Di antaranya, warga Desa Lae Haporas, Lae Luhung, dan Desa Sinar Pagi yang hendak memobilisasi beragam hasil pertanian ke Pasar (Onan) Pardomuan, Sinehi, terpaksa mengurungkan niat karena sejumlah titik badan jalan tertimbun longsor.
"Bahkan, terdapat ruas jalan sepanjang ratusan meter yang tertimbun material longsor. Untuk membersihkannya, harus digunakan alat berat,” kata seorang warga bermarga Tamba kepada Mistar, Senin (26/10/2026).
Informasi tersebut juga dibenarkan oleh Camat Sinehi, Mida Deliana Rajagukguk, ketika dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp, Senin (26/10/2026).
“Akibat cuaca hujan dengan intensitas tinggi, sejumlah titik badan jalan dan jembatan tertimbun longsor serta berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Di antaranya, aktivitas warga Desa Lae Haporas, Lae Luhung, dan Sinar Pagi untuk bepergian ke pasar atau Onan Pardomuan," kata Mida, seraya membenarkan bahwa kondisi tersebut sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Dairi untuk mengatasi material longsor.
"Selain itu, jalan utama atau jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Sinehi dengan Kecamatan Siempat Nempu hingga Sidikalang juga mengalami longsor dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujarnya menambahkan.
Erwin Sitorus, Staf Ahli Bupati Dairi yang merangkap Plt. Kalaksa BPBD Dairi, ketika dikonfirmasi Mistar, Senin (26/10/2026), mengatakan bahwa saat ini BPBD telah mengirimkan alat berat ekskavator bersama tim reaksi cepat dan satuan tugas ke lokasi.
“Mungkin sore ini mereka sudah di lokasi paling parah, mengingat di sepanjang jalan menuju lokasi yang berjarak 50 kilometer itu juga ada perbaikan agar alat berat bisa tiba di lokasi,” kata Erwin. (hm27)












































