Proyek Revitalisasi SMP Negeri 3 Sinehu di Dairi Disorot, Kemendikdasmen Diminta Evaluasi

Batu bata dan kayu terlihat digunakan jadi bantalan konstruksi rangka baja atap pada proyek revitalisasi SMP Negeri 3 Sinehu Dairi. (foto:Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID (26/10/2026) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) diminta mengevaluasi proyek bantuan pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SMP Negeri 3 Kecamatan Siempat Nempu Hulu (Sinehu), Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, karena pengerjaan proyek tersebut diduga asal jadi.
Permintaan evaluasi tersebut disampaikan seorang pengamat pembangunan di Dairi, Robinson S., Senin (26/10/2026).
“Berdasarkan informasi warga sekitar yang selanjutnya kami telusuri ke lapangan, serta pantauan kami terhadap hasil sejumlah pekerjaan proyek revitalisasi SMP Negeri 3 Sinehu, terdapat banyak hal yang mengundang pertanyaan dan kejanggalan. Untuk itu, kita minta pihak Kemendikdasmen supaya turun melakukan pemantauan ke lapangan,” kata Robinson.
Robinson juga mengaku heran terhadap kinerja konsultan pengawas dari Medan yang, berdasarkan informasi yang diterimanya, hanya datang satu kali untuk melihat pengerjaan proyek revitalisasi tersebut.
Ia juga memaparkan, sesuai papan informasi, proyek tersebut bersumber dari APBN 2026 dengan nilai Rp919.928.000 dan dikerjakan dengan skema swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Adapun dugaan pengerjaan proyek yang dilakukan asal-asalan itu, menurut Robinson, terlihat dari atap seng spandek dan rangka baja yang sudah berlubang, bantalan rangka kuda-kuda atap yang diganjal menggunakan batu bata dan kayu, serta bagian yang diduga tidak menggunakan beton ring balok. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat atap mudah diterbangkan angin.
“Saya memastikan bahwa pekerja di proyek itu tidak memiliki keahlian, juga tidak mengacu pada juklak atau RAB, kemudian minim pengawasan pihak terkait. Maka hasilnya begitu. Mohon sangat kepada Kemendikdasmen supaya turun ke lapangan agar isu ini tidak menjadi opini bohong,” kata Robinson lagi.
Kepala SMP Negeri 3 Sinehu, Jatonga Purba, ketika dihubungi Mistar di ruang kerjanya, memaparkan bahwa terdapat sembilan menu kegiatan revitalisasi, di antaranya rehabilitasi enam ruang kelas belajar, satu ruang laboratorium, satu perpustakaan, dan toilet. Dana yang sudah cair mencapai Rp600 juta atau sekitar 73 persen. Terkait kualitas hasil pekerjaan proyek tersebut, Jatonga menyebutkan bahwa hal itu menjadi tanggung jawab P2SP.
Berdasarkan pantauan sejumlah media di lokasi, kualitas pekerjaan revitalisasi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian. Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan Dairi selaku pihak terkait diminta turun ke lokasi untuk melihat pelaksanaan dan konstruksi proyek yang dinilai mengundang pertanyaan serta memiliki sejumlah kejanggalan.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Dairi melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Adi Purba, menyebutkan bahwa kondisi proyek revitalisasi tersebut sudah disampaikan kepada pihak sekolah agar bagian yang masih kurang segera dibenahi dan diperbaiki, mengingat proses pengerjaan masih berlangsung. (hm27)













































