Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Proyek Revitalisasi PAUD Yabes di Dairi Terhenti, Ini Penyebabnya

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 10.31 WIB
proyek_revitalisasi_paud_yabes_di_dairi_terhenti_ini_penyebabnya

Lokasi proyek revitalisasi PAUD Yabes di Desa Kentara, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, yang dihentikan sementara oleh Kemendikdasmen. (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)

Dairi, MISTAR.ID (21/10/2026) – Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghentikan sementara pelaksanaan proyek bantuan pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Tuti Sianturi, saat dikonfirmasi Mistar melalui telepon dan WhatsApp, Rabu (21/10/2026).

Tuti menjelaskan, berdasarkan laporan hasil rapat bersama tim Direktorat Jenderal PAUD beberapa hari lalu, pelaksanaan proyek revitalisasi PAUD Yabes di Desa Kentara, Kecamatan Lae Parira, dihentikan sementara sejak 10 Oktober 2026.

“Penghentian tersebut dilakukan karena di lokasi sekitar sudah ada dua lembaga PAUD yang beroperasi. Untuk kelanjutan proyek revitalisasi bangunan PAUD Yabes, kami masih menunggu instruksi dari pihak Direktorat Jenderal PAUD,” kata Tuti.

Berdasarkan laporan konsultan pengawas kepada Dinas Pendidikan Dairi, proyek revitalisasi tersebut mencakup lima jenis pekerjaan, yakni pembangunan toilet beserta fasilitas sanitasi, pembangunan dua ruang kelas baru beserta perabotnya, pembangunan area bermain, penataan lingkungan, serta pembangunan ruang administrasi. Biaya proyek tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Terpisah, pengelola lembaga pendidikan PAUD Yabes, Fernando Naibaho, yang dihubungi Mistar melalui WhatsApp pada Rabu (21/10/2026), menjelaskan bahwa ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dalam kegiatan tersebut bermarga Togatorop dan merupakan warga setempat.

“Karena proyek ini dikerjakan secara swakelola, semua yang berkaitan dengan pekerjaan, mulai dari tenaga tukang hingga material, berasal dari Desa Kentara,” kata Fernando.

Terkait penghentian sementara proyek revitalisasi tersebut, Fernando mengatakan pihak PAUD Yabes telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Dairi dan Direktorat Jenderal PAUD. Saat ini, mereka masih menunggu keputusan dari Kemendikdasmen.

“Saat ini kami tinggal menunggu keputusan dari Kemendikdasmen,” ujarnya.

Fernando juga membenarkan bahwa sebelum proyek revitalisasi PAUD Yabes dilaksanakan, sudah ada dua lembaga PAUD yang beroperasi di Desa Kentara. Oleh karena itu, lokasi pembangunan PAUD Yabes dipindahkan sesuai dengan persyaratan yang diminta panitia revitalisasi pusat.

Sementara itu, masa pinjam pakai gedung pastori gereja di Lae Parira telah berakhir pada 1 Juni 2026. Akibatnya, untuk tahun ajaran baru ini, kegiatan operasional PAUD Yabes dilaksanakan di rumah salah seorang tutor atau guru PAUD di Desa Buluduri.

Fernando menjelaskan, setelah mendapat penunjukan dari Kemendikdasmen sebagai penerima manfaat program revitalisasi PAUD tahun 2026, pihaknya diarahkan mengikuti beberapa kali pertemuan melalui Zoom untuk melengkapi persyaratan sesuai petunjuk teknis (juknis).

“Karena lahan kami berada di Desa Kentara, kami mengajukan lahan tersebut. Namun, seiring berjalannya pembangunan, muncul keberatan dari pengelola PAUD Pengharapan dan PAUD Tutamana. Persoalan ini kemudian dimediasi di Dinas Pendidikan Dairi bersama seluruh pihak terkait. Selanjutnya, kami menunggu keputusan dari Direktorat Jenderal PAUD,” kata Fernando seraya berharap pembangunan tersebut dapat dilanjutkan.

Berdasarkan pantauan sejumlah media di lapangan, pembangunan proyek revitalisasi PAUD Yabes telah menghasilkan dua unit ruang kelas baru (RKB) dan satu ruang administrasi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN