Monday, October 26, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pelaksanaan TKA 2026 di Dairi Terganggu, Sekolah Keluhkan Daya Listrik Minim

Mistar.idSenin, 26 Oktober 2026 pukul 14.58 WIB
pelaksanaan_tka_2026_di_dairi_terganggu_sekolah_keluhkan_daya_listrik_minim

Siswa/i SMAN 1 Lae Parira sedang mengikuti TKA 2026. (Foto:Heppy Julius Manurung/Mistar)

Dairi, MISTAR.ID (26/10/2026) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diakui terganggu akibat daya listrik yang kurang.

Kepala SMA Negeri 1 Lae Parira, Dornal M. Tua Silalahi, mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan ULP PLN Sidikalang karena permohonan penambahan daya, instalasi, serta tiang listrik untuk memenuhi kebutuhan sarana TKA yang diajukan pada 5 Mei 2025 belum mendapat respons hingga pelaksanaan TKA saat ini.

Rasa kecewa itu langsung disampaikan Dornal M. Tua Silalahi di ruang kerjanya ketika dihubungi media, Senin (26/10/2026).

Disampaikan dia, sebanyak 146 siswa kelas XII saat ini sedang mengikuti TKA 2026. Akan tetapi, pelaksanaan TKA tidak efektif karena daya listrik sangat kurang. Hal itu dibuktikan ketika komputer dan laptop Chromebook dihidupkan untuk digunakan dalam TKA, perangkat tersebut tidak bisa menyala dan listrik terus padam.

Ditanya apakah listrik tiba-tiba padam saat komputer dihidupkan akibat adanya korsleting, Dornal memastikan bukan karena korsleting, melainkan daya yang kurang. Sebab, bila sebagian sarana yang menggunakan energi listrik dimatikan, seluruh komputer bisa menyala normal.

Ia juga mengaku kurang tahu berapa daya listrik PLN yang terpasang di sekolah tersebut. Namun, berdasarkan pembayaran listrik, biaya yang dikeluarkan sekolah mencapai Rp750.000–Rp800.000 per bulan.

Oleh karena itu, ia mengajukan permohonan penambahan daya dan tiang melalui surat nomor 421.03/147/SMAN1.LPR/V/2026 kepada ULP PLN Sidikalang untuk menambah tiang, kabel tiga fasa, dan daya listrik karena arus belum mencukupi untuk seluruh ruangan. Ia juga meminta agar daya listrik yang tersedia diidentifikasi

"Kurang paham saya soal total daya listrik di sini, namun pembayaran listrik setiap bulan ya Rp750.000–Rp800.000 per bulan," kata Dornal, yang mengaku baru resmi menjabat Kepala SMAN 1 Lae Parira pada Februari 2026.

Untuk mengatasi kendala agar pelaksanaan TKA berjalan lancar, pihaknya terpaksa melaksanakan TKA dalam tiga sesi per hari dengan total 25 unit komputer yang bisa digunakan sesuai kemampuan daya listrik. Sementara itu, jumlah siswa peserta TKA sebanyak 146 orang, khusus siswa kelas XII.

Sementara itu, Manager ULP PLN Sidikalang, Marudut Alfreddy Sinaga, ketika dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp, Sabtu (26/10/2026), mengaku belum melihat surat permohonan dari SMA tersebut.

Marudut mengaku belum melihat surat permohonan SMA tersebut. Namun demikian, ia akan segera memerintahkan karyawan dan petugas lapangan untuk melakukan pengecekan. "Nanti saya langsung perintahkan anggota guna cek ke lapangan. Apakah ada kendala PLN perwakilan di Kecamatan Lae Parira terkait itu," kata Marudut sambil meminta nomor telepon sekolah tersebut. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN