TKA Hari Pertama, SMAN 3 Medan Tambah Daya Listrik dan Antisipasi Gangguan Internet

Siswa SMAN 3 Medan sedang mengikuti pelaksanaan TKA hari pertama. (Foto: Dokumentasi SMAN 3 Medan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/SMK/SLB sederajat mulai berlangsung pada 26 Oktober 2026. Tes ini dibagi menjadi dua gelombang, yaitu 26-29 Oktober dan 2–5 November 2026.
Di SMA Negeri 3 Medan, tercatat sebanyak 428 siswa akan mengikuti ujian tersebut. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi setiap hari untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas sekolah.
Sesi pertama dimulai pukul 07.00 hingga 08.45 WIB, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada pukul 09.30 hingga sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara itu, sekolah yang mengambil tiga sesi akan melanjutkan ujian pada pukul 12.30 hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Ketua Panitia TKA SMAN 3 Medan, Mesayu Ardiningtyas, menjelaskan bahwa pembagian gelombang di sekolah tersebut mengikuti jadwal yang ditetapkan pemerintah, yakni dua gelombang.
“Jadi, SMAN 3 Medan sendiri ada dua gelombang. Maka total ada delapan hari, dari tanggal 26 sampai 29 Oktober, kemudian dilanjutkan tanggal 2 sampai 5 November,” ucapnya saat ditemui Mistar di sekolah yang beralamat di Jalan Budi Kemasyarakatan, Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Senin (26/10/2026).
Mesayu mengungkapkan, persiapan matang telah dilakukan pihak sekolah sejak Agustus lalu. Persiapan tersebut mencakup pembentukan panitia khusus serta penyediaan infrastruktur pendukung, seperti perangkat komputer, webcam, laptop untuk pengawas, hingga tripod untuk kebutuhan pengawasan jarak jauh melalui Zoom oleh penyelia dari pusat.
Selain sarana dan prasarana, SMAN 3 Medan juga melakukan evaluasi besar-besaran terhadap metode persiapan akademik siswa. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun lalu, penggunaan jam tambahan oleh guru mata pelajaran di sekolah dinilai kurang efektif karena memangkas jam pelajaran reguler dan memicu beban psikologis bagi siswa yang menghadapi TKA untuk pertama kalinya.
Oleh karena itu, tahun ini pihak sekolah mengubah strategi dengan menggandeng pihak eksternal, salah satunya lembaga bimbingan belajar (bimbel) swasta. Program ini diberikan secara intensif setiap Senin hingga Jumat di luar jam pelajaran sekolah selama kurang lebih satu bulan, tanpa memungut biaya dari siswa.
“Ada juga try out-nya sebanyak tiga kali. Jadi, mereka bisa melihat progresnya dari waktu ke waktu. Makanya, mungkin mereka lebih siap menghadapi karena sudah ada gambaran model tahun lalu seperti apa. Kemudian, ada tambahan bimbel di sekolah, ada juga yang mengambil tambahan di luar sekolah. Jadi, mereka berjuang mati-matian untuk meraih eligible,” tuturnya.
Wakil Kepala SMAN 3 Medan Bidang Kurikulum itu juga menambahkan bahwa persiapan ekstra ini sangat penting bagi siswa yang mengincar kelulusan di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau jalur undangan. Dalam seleksi tersebut, nilai TKA menjadi salah satu komponen yang sangat diperhitungkan untuk validasi.
Mesayu menjelaskan, pelaksanaan TKA di SMAN 3 Medan pada hari pertama diikuti 240 peserta yang terbagi rata ke dalam dua sesi, masing-masing sebanyak 120 siswa. Durasi pengerjaan setiap sesi berlangsung sekitar 105 menit, termasuk pengisian survei karakter dan survei lingkungan belajar.
Adapun mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama adalah Bahasa Indonesia, disusul Bahasa Inggris pada hari kedua. Matematika Wajib diujikan pada hari ketiga, sedangkan hari keempat dilanjutkan dengan ujian dua mata pelajaran pilihan sesuai dengan jurusan yang akan dituju siswa di PTN nantinya.
Selama pelaksanaan, Mesayu menjelaskan pada tahun lalu terjadi kendala berupa gangguan jaringan internet hingga terputus total pada hari terakhir. Gangguan tersebut membuat ratusan siswa terpaksa mengikuti ujian susulan.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak sekolah saat ini menjalin koordinasi intensif dengan penyedia layanan internet dan PLN guna memastikan tidak ada pemeliharaan jaringan maupun listrik selama pelaksanaan TKA.
“Kita juga menambah daya listrik supaya aman. Kita berharap tahun ini tidak terjadi kendala seperti itu lagi,” katanya.
Selain kendala teknis tersebut, Mesayu juga mengatakan bahwa kendala lainnya berasal dari siswa yang datang terlambat atau kesiangan saat mengikuti TKA.
Sebagaimana dikutip Mistar, dari tata tertib peserta TKA 2026, peserta diwajibkan hadir di lokasi paling lambat 30 menit sebelum tes dimulai.
Selain itu, peserta dilarang menyontek, menggunakan alat komunikasi atau perangkat elektronik yang tidak diizinkan, mengambil gambar atau merekam soal tes, serta menyebarkannya dengan cara apa pun.
Para siswa juga dilarang menggantikan atau digantikan oleh orang lain (joki), membuka aplikasi atau situs lain, membuat kegaduhan, merokok, maupun melakukan tindakan yang merugikan peserta lain atau mengganggu kelancaran pelaksanaan TKA. (hm25)














































