IHSG Menguat 4,90% Sepekan, Ini 10 Saham yang Paling Banyak Diborong Asing

Ilustrasi IHSG mengungat (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sepanjang pekan perdagangan lalu. Kinerja positif ini terjadi setelah pasar saham Indonesia mengalami tekanan pada pekan sebelumnya menyusul pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026), IHSG berada di level 5.453,134 atau menguat 1,21% dibandingkan penutupan sebelumnya. Secara kumulatif, indeks mengalami kenaikan sebesar 4,90% selama sepekan.
Dari lima hari perdagangan, IHSG hanya sekali berakhir di zona merah. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya pemulihan pasar setelah koreksi tajam yang terjadi sebelumnya.
Meski demikian, penguatan indeks berlangsung di tengah aksi jual bersih investor asing dalam jumlah besar. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kenaikan IHSG tidak serta-merta mencerminkan arus dana asing yang positif secara keseluruhan.
Investor Asing Catat Jual Bersih Rp8,73 Triliun
Berdasarkan data perdagangan yang dikutip dari Indo Premier, investor asing membukukan penjualan bersih atau net foreign sell sebesar Rp8,73 triliun di seluruh pasar selama pekan lalu.
Jika dilihat dari pasar reguler, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp9,81 triliun. Sementara itu, di pasar negosiasi dan tunai, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp1,08 triliun.
Perbedaan arus transaksi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas investor asing tidak berlangsung seragam di setiap segmen pasar.
Di tengah tekanan jual bersih secara keseluruhan, sejumlah saham tetap menarik minat investor asing dan mencatatkan pembelian bersih. Saham-saham tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan, energi, petrokimia, konsumsi, hingga properti.
Daftar 10 Saham Paling Banyak Dibeli Investor Asing
Mengacu pada data Indo Premier, berikut 10 saham dengan nilai pembelian bersih investor asing terbesar sepanjang pekan perdagangan lalu.
No. Kode Saham Nama Perusahaan Net Foreign Buy
- AMMN Amman Mineral Internasional Tbk. Rp97,0 miliar
- DMAS Puradelta Lestari Tbk. Rp83,5 miliar
- ENRG Energi Mega Persada Tbk. Rp58,6 miliar
- TPIA Chandra Asri Pacific Tbk. Rp56,2 miliar
- MAPA Map Aktif Adiperkasa Tbk. Rp56,0 miliar
- INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. Rp49,0 miliar
- INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Rp46,9 miliar
- MEDC Medco Energi Internasional Tbk. Rp46,1 miliar
- BRMS Bumi Resources Minerals Tbk. Rp41,1 miliar
- PWON Pakuwon Jati Tbk. Rp39,4 miliar
Amman Mineral Internasional (AMMN) menempati posisi teratas dengan pembelian bersih asing senilai Rp97 miliar. Posisi berikutnya ditempati Puradelta Lestari (DMAS) dengan nilai Rp83,5 miliar.
Sementara itu, Energi Mega Persada (ENRG) membukukan pembelian bersih sebesar Rp58,6 miliar, disusul Chandra Asri Pacific (TPIA) sebesar Rp56,2 miliar dan Map Aktif Adiperkasa (MAPA) sebesar Rp56 miliar.
Lima saham lainnya yang masuk dalam daftar adalah Indofood Sukses Makmur (INDF), Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), Medco Energi Internasional (MEDC), Bumi Resources Minerals (BRMS), dan Pakuwon Jati (PWON).
Saham Energi, Pertambangan, dan Properti Masuk Daftar
Komposisi saham yang paling banyak dibeli asing memperlihatkan minat terhadap sejumlah sektor berbeda. Emiten pertambangan dan energi, misalnya, diwakili AMMN, ENRG, MEDC, dan BRMS.
Di sektor petrokimia, Chandra Asri Pacific (TPIA) juga mencatatkan pembelian bersih asing yang relatif besar. Adapun DMAS dan PWON mewakili sektor properti, sedangkan MAPA dan INDF berasal dari sektor konsumsi.
Meski demikian, masuknya sebuah saham dalam daftar net foreign buy tidak secara otomatis menunjukkan bahwa harganya akan terus meningkat. Arus transaksi asing merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk membaca aktivitas pasar, tetapi bukan satu-satunya penentu pergerakan harga.
Investor tetap perlu mempertimbangkan kinerja keuangan perusahaan, valuasi saham, kondisi industri, serta perkembangan ekonomi dan pasar modal sebelum mengambil keputusan investasi.
Penguatan IHSG Belum Menghapus Risiko Pasar
Kenaikan IHSG sebesar 4,90% sepanjang pekan lalu menjadi sinyal pemulihan setelah tekanan yang terjadi pada pekan sebelumnya. Namun, besarnya penjualan bersih investor asing menunjukkan bahwa pasar masih menghadapi dinamika arus modal yang perlu dicermati.
Perkembangan sentimen global, kebijakan indeks MSCI, kondisi ekonomi domestik, dan keputusan investor institusi dapat memengaruhi arah perdagangan selanjutnya.
Daftar 10 saham dengan pembelian bersih asing terbesar dapat menjadi referensi untuk memantau pergerakan pasar. Kendati demikian, data tersebut sebaiknya digunakan sebagai bahan analisis tambahan, bukan sebagai dasar tunggal untuk menentukan pilihan investasi.
PREVIOUS ARTICLE
Harga Minyak Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp18.095 per Dolar AS













































