Monday, October 26, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Minyak Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp18.095 per Dolar AS

Mistar.idSenin, 26 Oktober 2026 pukul 13.12 WIB
harga_minyak_melonjak_rupiah_melemah_ke_rp18095_per_dolar_as

Ilustrasi aktivitas produksi minyak mentah. (Foto: Proxsisgroup)

Medan, MISTAR.ID - Pasar keuangan domestik dan global diwarnai kenaikan harga komoditas energi serta bayang-bayang ketidakpastian geopolitik. Mata uang rupiah terpantau melemah ke level Rp18.095 per dolar AS, bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin (26/10/2026) menguat ke 114,9 dolar AS per barel.

Bahkan, harga minyak mentah jenis Brent sempat naik hingga 117 dolar AS per barel pada perdagangan akhir pekan lalu. Kenaikan harga minyak mentah dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Agenda ekonomi sepekan ke depan, rilis data Amerika Serikat (AS) diprediksi mendominasi sentimen pasar keuangan global. Data penting yang dinantikan pelaku pasar, seperti indeks kepercayaan konsumen, penjualan barang tahan lama, data klaim pengangguran mingguan, dan rilis data inflasi AS, akan menjadi penentu pergerakan pasar selanjutnya," katanya.

Menurut Gunawan, pasar juga menanti kepastian kebijakan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Fed), yang diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga di angka 4 persen.

Di sisi bursa regional, mayoritas pasar saham di Asia melemah pada sesi perdagangan pagi ini. Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) domestik dibuka di zona hijau pada level 5.442, meski sempat mengalami tekanan hingga mencapai level terendah 5.405.

"Kinerja pasar keuangan domestik masih dibayangi ancaman peninjauan klasifikasi dari lembaga pemeringkat internasional MSCI. Pasar masih menanti langkah konkret yang akan diambil otoritas bursa terkait isu tersebut," ucapnya.

Meski demikian, IHSG masih menunjukkan pergerakan anomali dibandingkan bursa saham Asia lainnya. Pola pelemahan pada pagi hari kerap berbalik arah (rebound) menjelang penutupan, sehingga peluang IHSG menguat masih terbuka.

Sementara itu, rupiah melemah ke level Rp18.095 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah saat sentimen pasar memburuk terasa kontras karena secara fundamental eksternal, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) mengalami penurunan dan USD Index terpantau turun ke level 101,5.

"Kombinasi bayang-bayang sentimen negatif MSCI yang masih menghantui pasar keuangan domestik dan kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi beban berat yang menahan penguatan rupiah," ujarnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN