Monday, October 26, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Proyek Lapangan Stadion Sangnaualuh Pematangsiantar Jadi Sorotan, PPK Bungkam

Mistar.idSenin, 26 Oktober 2026 pukul 13.19 WIB
proyek_lapangan_stadion_sangnaualuh_pematangsiantar_jadi_sorotan_ppk_bungkam_

Kolase pengerjaan lapangan Stadion Sangnaualuh dan uraian pekerjaan pada poin nomor tujuh yang dinilai janggal dengan terteranya rehabilitasi berat gedung Kantor Camat Siantar Martoba. (Foto: Hamzah/Mistar.id)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (26/10/2026)– Adanya ketidaksesuaian dalam lampiran uraian pekerjaan Lapangan Stadion Sangnaualuh menjadi sorotan publik. Pasalnya, pada poin ketujuh dalam dokumen tersebut tercantum pekerjaan lain, yakni rehabilitasi berat gedung Kantor Camat Siantar Martoba. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan konteks pekerjaan lapangan stadion.

Ketidaksesuaian itu menimbulkan pertanyaan besar mengenai ketelitian dalam penyusunan dokumen administrasi pekerjaan. Lampiran uraian pekerjaan seharusnya memuat rincian kegiatan yang sesuai dengan objek pekerjaan dan tidak menimbulkan kebingungan bagi warga Kota Pematangsiantar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan Lapangan Sepak Bola Stadion Sangnaualuh, Donlikut Tampubolon, yang dikonfirmasi terkait ketidaksesuaian lampiran uraian pekerjaan tersebut tidak memberikan komentar apa pun.

Bahkan, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon juga tidak menjawab. Meski sebelumnya aplikasi WhatsApp (WA) milik Donlikut terpantau aktif, kemudian tidak bisa tersambung. Ada indikasi Donlikut menonaktifkannya.

Menanggapi adanya ketidaksesuaian pada lampiran uraian pekerjaan, anggota DPRD Kota Pematangsiantar turut mempertanyakan hal tersebut dan meminta agar proyek ini jangan dipaksakan, mengingat masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Pematangsiantar, Erwin Freddy Siahaan, menyampaikan bahwa ketika administrasi ada yang salah, berarti indikasi lanjutannya pun salah juga. Dengan demikian ada indikasi proyek tersebut cenderung dipaksakan dan diduga kurang tepat sasaran.

"Ketika administrasi ada yang salah, berarti indikasi lanjutannya pun salah juga. Harusnya kan perencanaannya harus matang. Dari sini saja sudah jelas ada kejanggalan, dan kedua itu sudah ada kesalahan untuk proyek sebesar itu, masa lampiran uraian pun salah," ujar Erwin yang dimintai tanggapannya, Senin (26/10/2026).

Lanjutnya, dengan ketidaksesuaian pada lampiran uraian pekerjaan, seluruhnya juga dapat dikategorikan salah, bahkan kejanggalan-kejanggalan ini yang menjadi perhatian banyak orang.

"Itu dia kejanggalan-kejanggalannya, jangan karena ada anggaran yang dikucurkan. Jadi cenderung dipaksakan untuk jadi proyek yang diduga kurang mengena sama fungsinya," ucapnya.

"Fasilitas-fasilitas di sana itu kan tidak mendukung, banyak besi sebagai penopang bangunan yang sudah hilang. Di mana-mana kan siapkan stadion dulu, baru rumput ditanam. Ini rumput ditanam, nilai fantastis dan stadionnya belum siap," ujarnya.(hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN