IHSG Hari Ini 23 Oktober 2026: Berpotensi Melemah, Cermati Level 5.281

Ilustrasi memantau kinerja IHSG (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (23/10/2026), meskipun sehari sebelumnya berhasil ditutup menguat. Secara teknikal, sejumlah indikator masih menunjukkan kecenderungan bearish sehingga investor perlu mencermati level support dan resistance untuk menentukan strategi perdagangan.
Pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026), IHSG naik 1,12% ke posisi 5.387,91. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 5.185,53 hingga 5.422,59.
Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi mencapai 36,58 miliar saham dengan nilai Rp16,19 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,08 juta kali.
Namun, penguatan indeks tersebut belum diikuti oleh arus dana asing yang positif. Investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp1,49 triliun. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp93,58 triliun.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar saat menilai keberlanjutan penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.
Analisis Teknikal IHSG: Sinyal Bearish Masih Membayangi
Dari perspektif teknikal harian (daily time frame), IHSG masih menghadapi tekanan bearish. Hal tersebut tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) periode 14 hari yang berada di level 33.
RSI di bawah 50 umumnya menunjukkan momentum yang cenderung lemah. Sementara itu, RSI yang mendekati atau berada di bawah 30 kerap dikaitkan dengan kondisi jenuh jual (oversold), meskipun sinyal tersebut tidak secara otomatis menandakan pembalikan arah.
Di sisi lain, indikator Stochastic RSI berada di level 57. Posisi ini menunjukkan momentum jangka pendek yang relatif membaik, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa tren pelemahan telah berakhir.
Perbedaan sinyal tersebut mengindikasikan bahwa penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya masih perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga berikutnya.
Level Support dan Resistance IHSG Hari Ini
Untuk perdagangan Jumat (23/10/2026), level pivot point IHSG berada di 5.281. Level ini dapat menjadi acuan untuk mengamati arah pergerakan indeks selanjutnya.
Apabila tekanan jual kembali meningkat dan IHSG bergerak di bawah pivot point, indeks berpotensi menguji Moving Average (MA) 5 di kisaran 5.235. Jika pelemahan berlanjut, area 5.090 menjadi target penurunan yang perlu diwaspadai berdasarkan skenario teknikal tersebut.
Sebaliknya, apabila IHSG mampu mempertahankan momentum penguatan, level 5.400 menjadi resistance terdekat. Penembusan yang diikuti penguatan berkelanjutan berpotensi membuka ruang kenaikan menuju 5.542.
Berikut level penting IHSG yang dapat dicermati:
- Pivot point: 5.281
- Support pertama: 5.235
- Support berikutnya: 5.090
- Resistance pertama: 5.400
- Target kenaikan optimistis: 5.542
Level-level tersebut merupakan acuan teknikal berdasarkan data yang tersedia, bukan jaminan bahwa indeks akan bergerak tepat pada kisaran tersebut.
Saham Penggerak IHSG pada Perdagangan Sebelumnya
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan IHSG pada Kamis (22/10/2026). Saham-saham tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks.
Berikut saham yang tercatat menjadi top movers:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dengan kontribusi 13,25 poin.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dengan kontribusi 11,96 poin.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dengan kontribusi 8 poin.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dengan kontribusi 7,37 poin.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dengan kontribusi 6,21 poin.
Kontribusi positif saham-saham tersebut membantu mengangkat indeks. Meski demikian, arah IHSG selanjutnya tetap bergantung pada pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, sentimen pasar, serta keseimbangan transaksi investor domestik dan asing.
Kesimpulan: IHSG Berpotensi Terkoreksi
Secara keseluruhan, IHSG menghadapi peluang koreksi pada perdagangan Jumat (23/10/2026) karena indikator teknikal masih menunjukkan kecenderungan bearish dan investor asing kembali mencatatkan jual bersih.
Investor dapat mencermati pivot point 5.281 sebagai level kunci. Jika indeks melemah di bawah area tersebut, level 5.235 hingga 5.090 berpotensi menjadi sasaran penurunan berikutnya.
Sebaliknya, apabila IHSG mampu menembus resistance 5.400 dan mempertahankan momentum, peluang penguatan menuju 5.542 tetap terbuka.
Pelaku pasar sebaiknya tetap memperhatikan konfirmasi pergerakan harga dan menerapkan manajemen risiko. Analisis teknikal ini merupakan skenario berdasarkan data yang diberikan, bukan kepastian arah pasar ataupun rekomendasi investasi individual.
PREVIOUS ARTICLE
CIMB Group Klarifikasi Isu Penghapusan Saham dari BEI





































