Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Menguat 0,94 Persen, Rupiah Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 21.11 WIB
ihsg_menguat_094_persen_rupiah_melemah_ke_rp18000_per_dolar_as

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

Medan, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan ditutup di zona hijau pada perdagangan, Rabu (21/10/2026). Mata uang rupiah justru melemah tipis setelah sempat menguat pada perdagangan pagi.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan IHSG ditutup menguat 0,94 persen di level 5.328,360. Padahal, sepanjang sesi perdagangan berlangsung, sempat tertekan di zona merah dan anjlok hingga 5.185. Namun, IHSG justru mampu berbalik arah dan ditutup tepat pada level tertingginya hari ini.

Pergerakan nilai tukar rupiah justru berbanding terbalik. Sepanjang sesi perdagangan, rupiah ditransaksikan Rp17.970 hingga Rp18.000 per Dolar AS, dan ditutup melemah di Rp18.000 per Dolar AS.

"Pergerakan berlawanan tersebut, tidak terlepas dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang resmi mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75 persen. Kebijakan mempertahankan suku bunga ini, sangat membantu sektor riil dan memberi angin segar bagi emiten di pasar saham untuk menguat," katanya.

Namun, kebijakan bank sentral yang menahan suku bunga saat proyeksi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) jelas akhir tahun menimbulkan kekhawatiran terhadap tekanan lanjutan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS.

Meski demikian, rupiah masih dapat melawan tekanan yang sempat diperparah oleh sentimen negatif rencana penurunan klasifikasi bursa saham oleh MSCI.

"Memasuki sisa periode hingga penutupan 2026, rupiah diproyeksikan masih bisa bertahan di level yang sama, dengan syarat The Fed menahan kebijakan suku bunga atau harga minyak mentah dunia stabil," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah dan otoritas terkait harus mewaspadai risiko eksternal, termasuk dampak tekanan jual di pasar surat utang global, terutama dinamika kenaikan tekanan jual yang sempat terjadi pada obligasi Eropa yang rentan memantik rupiah melemah dalam jangka pendek.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN