Sudah Pakai Baju Operasi dan Berpuasa, Pasien BPJS di Batu Bara Ini Malah Gagal Dioperasi karena Alasan Mengejutkan

Suhartono saat dipasang infus sebelum menjalani operasi kelenjar di RSUD H OK Arya Zulkarnain Batu Bara. (Foto: Dokumentasi Suhartono/MISTAR.ID)
Batu Bara, MISTAR.ID – Seorang pasien bernama Suhartono (58), warga Dusun VII, Desa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, gagal menjalani operasi kelenjar di RSUD H OK Arya Zulkarnain Batu Bara, Senin (26/10/2026).
Penundaan operasi tersebut sempat memicu perdebatan antara pihak keluarga pasien dengan pihak rumah sakit dan dokter Ery Suhammi. Keluarga mengaku kecewa karena sebelumnya Suhartono telah diminta berpuasa dan mempersiapkan diri untuk menjalani operasi.
Kekecewaan keluarga semakin bertambah karena penundaan tindakan medis itu baru diketahui setelah Suhartono mengenakan pakaian operasi berwarna hijau. Belakangan, keluarga mendapat informasi bahwa operasi ditunda karena obat anestesi atau pembiusan disebut habis.
“Seharusnya tadi pukul 10.00 WIB saya sudah menjalani operasi, tetapi tiba-tiba dokter mengatakan operasi ditunda dengan alasan obat anestesi habis,” ujar Suhartono kepada sejumlah wartawan di Lima Puluh.
Suhartono menjelaskan, dirinya berobat dan berencana menjalani operasi di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Batu Bara tersebut menggunakan BPJS Kesehatan dengan status peserta berbayar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD H OK Arya Zulkarnain, dr. H. Yufly Yanza, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
“Kami sedang cari solusi juga soal ini,” tulis Yufly melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak rumah sakit mengenai penyebab kehabisan obat anestesi dan jadwal pengganti operasi Suhartono.













































