The Doll: Ghawiah Siap Teror Bioskop! Ini Sinopsis, Pemain dan Fakta Menariknya

The Doll: Ghawiah Siap Teror Bioskop! Ini Sinopsis, Pemain dan Fakta Menariknya. (foto:imdb/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (26/10/2026) — Film The Doll: Ghawiah membawa legenda boneka berhantu asal Bandung ke layar lebar dengan teknologi animatronik bernilai miliaran rupiah. Dibintangi Titi Kamal, Darius Sinathrya, dan Sara Wijayanto, film horor ini siap tayang pada 29 Oktober 2026, termasuk di IMAX.
Teror boneka berhantu kembali menghantui perfilman Indonesia. Kali ini, film The Doll: Ghawiah mengangkat urban legend Boneka Uci dari Jalan Siliwangi, Bandung, dengan sentuhan teknologi animatronik yang membuat boneka bisa bergerak hingga berbicara layaknya makhluk hidup.
Tak sekadar mengandalkan adegan menyeramkan, film garapan sutradara Guntur Soeharjanto ini juga menghadirkan deretan bintang ternama, mulai dari Titi Kamal, Darius Sinathrya, Sara Wijayanto, Aisyah Aqilah, hingga Laura Moane.
Diproduksi Hitmaker Studios bersama Legacy Pictures dan Masih Belajar Project, The Doll: Ghawiah menjadi prekuel yang mengungkap kisah awal dalam semesta The Doll, termasuk perjalanan spiritual karakter Laras.
Lantas, seperti apa sinopsisnya dan apa yang membuat film horor Indonesia terbaru ini layak dinantikan?
Sinopsis The Doll: Ghawiah, Boneka Misterius Pembawa Petaka
Berlatar Bandung tahun 1988, The Doll: Ghawiah mengisahkan Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal) yang pindah dari Jakarta bersama kedua putri mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane).
Setelah mengalami kebangkrutan, keluarga tersebut berusaha memulai kehidupan baru dengan membuka restoran di kawasan Babakan Siliwangi.
Namun, harapan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika Nala bertemu seorang anak perempuan misterius di hutan dan menerima boneka bernama Ghawiah.
Sejak boneka itu hadir, berbagai kejadian ganjil mulai menghantui keluarga Arya. Ghawiah kerap berpindah tempat tanpa disentuh, sementara gangguan supernatural semakin sulit dijelaskan.
Misteri perlahan terungkap melalui Laras (Sara Wijayanto), seorang perempuan yang mengetahui legenda Uci, anak kecil yang meninggal akibat kecelakaan tabrak lari di Jalan Siliwangi dua tahun sebelumnya.
Konon, arwah Uci masih bergentayangan bersama boneka kesayangannya, Ghawiah.
Kini, keluarga Arya harus menghadapi teror yang berkaitan dengan tragedi tersebut sebelum mereka menjadi korban berikutnya.
Deretan Pemain The Doll: Ghawiah, Ada Titi Kamal hingga Laura Moane
Salah satu daya tarik The Doll: Ghawiah terletak pada jajaran pemerannya yang memadukan aktor berpengalaman dengan bintang muda.
Titi Kamal berperan sebagai Evi, ibu yang berusaha melindungi keluarganya dari ancaman gaib. Sementara Darius Sinathrya memerankan Arya, kepala keluarga yang berjuang membangun kehidupan baru setelah mengalami kesulitan ekonomi.
Aisyah Aqilah tampil sebagai Gita, sedangkan Laura Moane memerankan Nala, karakter yang menjadi pintu masuk teror boneka Ghawiah.
Tak kalah menarik, Sara Wijayanto kembali memerankan Laras, sosok yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia supernatural dalam semesta The Doll.
Film ini juga menghadirkan Fara Shakila sebagai Uci, Rendi Khrisna sebagai ayah Uci, serta Putri Patricia sebagai ibu Uci.
Di balik layar, Guntur Soeharjanto dipercaya menjadi sutradara menggantikan Rocky Soraya yang sebelumnya menggarap sejumlah film dalam waralaba tersebut.
Guntur sendiri dikenal lewat karya horor seperti Makmum 2, Lampor: Keranda Terbang, Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, dan Panggonan Wingit.
The Doll: Ghawiah, Boneka Animatronik
Berbeda dari film horor yang banyak mengandalkan efek digital, The Doll: Ghawiah menggunakan teknologi animatronik untuk menghidupkan boneka menyeramkan tersebut.
Produser Rocky Soraya mengungkapkan bahwa pembuatan boneka Ghawiah membutuhkan investasi hingga miliaran rupiah.
Boneka tersebut dipesan dari perajin di Bali, sementara teknologi animatroniknya didatangkan dari Amerika Serikat. Teknologi ini memungkinkan Ghawiah bergerak, menoleh, hingga berbicara menggunakan sistem kendali jarak jauh.
Meski demikian, produser tidak mengungkapkan nilai anggaran secara pasti.
Penggunaan efek praktis menjadi salah satu nilai jual film karena memungkinkan pemain berinteraksi langsung dengan boneka saat pengambilan gambar.
Menariknya, film ini juga menjadi pengalaman baru bagi Laura Moane yang menjalani debutnya di genre horor.
Meski awalnya mengaku takut dengan film hantu, Laura justru menikmati proses syuting. Ia bahkan menjalani latihan adegan aksi selama sepekan untuk mempersiapkan sejumlah adegan pertarungan menggunakan tali pengaman.
Angkat Urban Legend Bandung, Ungkap Asal-usul Laras
Keunikan lain The Doll: Ghawiah adalah penggunaan legenda Boneka Uci yang dikenal dalam cerita masyarakat sekitar Jalan Siliwangi, Bandung.
Kisah tersebut berkaitan dengan seorang anak perempuan yang meninggal secara tragis dan dipercaya masih mencari boneka kesayangannya.
Meski merupakan urban legend yang belum terbukti secara faktual, cerita ini menjadi fondasi misteri dalam film.
Nama Ghawiah sendiri diartikan sebagai "tersesat", menggambarkan sosok boneka yang berkaitan dengan jiwa-jiwa terluka.
Lebih jauh, film ini tidak hanya menawarkan kisah boneka berhantu, tetapi juga memperluas semesta The Doll melalui perjalanan spiritual Laras.
Sebagai prekuel, ceritanya menyoroti awal mula Laras mengenali kemampuan berkomunikasi dengan makhluk gaib.
Pendekatan tersebut memberikan dimensi baru bagi waralaba The Doll yang telah hadir sejak 2016.
Di balik teror supernatural, film ini juga mengangkat konflik keluarga, trauma kehilangan, dan pentingnya komunikasi ketika menghadapi situasi sulit.
Kapan The Doll: Ghawiah Tayang di Bioskop?
The Doll: Ghawiah dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026, termasuk dalam format IMAX.
Menurut produser Rocky Soraya, film ini telah melalui proses seleksi untuk penayangan di layar premium tersebut.
Bahkan, The Doll: Ghawiah dijadwalkan hadir di 18 layar IMAX di Indonesia, menjadi pencapaian tersendiri bagi produksi horor Hitmaker Studios.
Dengan durasi 110 menit dan klasifikasi usia 17 tahun ke atas, film ini menawarkan perpaduan horor supernatural, drama keluarga, serta adegan aksi.
Kehadiran format IMAX diharapkan memperkuat pengalaman menonton melalui visual yang lebih luas dan tata suara yang intens.
Perpaduan legenda lokal, teknologi boneka animatronik, serta pengembangan cerita dalam semesta The Doll menjadi alasan film ini menarik untuk dinantikan.
Namun, mampukah Ghawiah menghadirkan teror yang lebih membekas dibandingkan film-film pendahulunya?
Jawabannya akan terungkap ketika The Doll: Ghawiah mulai menghantui bioskop pada 29 Oktober 2026.
(lsf/hitmakerstudios/antara/medcom/hm27)












































