Friday, October 23, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Benarkah Siklon Champi Menyedot Asap Karhutla? Ini Faktanya dari BMKG

Mistar.idSabtu, 24 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB
benarkah_siklon_champi_menyedot_asap_karhutla_ini_faktanya_dari_bmkg_

Viasual, Siklon Champi kategori 4 di utara Tahuna yang jauh dari Indonesia. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (23.10.2026) — Beredar narasi di media sosial yang menyebut Siklon Tropis Champi menyedot karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), hingga aerosol dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Indonesia timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdani, menegaskan bahwa Siklon Tropis Champi tidak secara langsung mengubah arah penyebaran asap karhutla. Meski demikian, sirkulasi siklon tersebut masih dapat memengaruhi kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia.

"Secara meteorologis, Siklon Tropis Champi tidak menyedot asap karhutla atau secara langsung mengubah arah sebarannya," kata Andri kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan Champi saat ini berada sekitar 1.890 kilometer di utara Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Siklon tersebut bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

"Meski demikian, sirkulasinya masih dapat memengaruhi kondisi atmosfer di sebagian wilayah Indonesia," katanya.

Salah satu dampaknya berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah terdampak karhutla. Hujan tersebut dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel asap di udara.

"Pengaruh tidak langsung tersebut antara lain berupa hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Utara, Kalimantan Barat bagian utara, dan Kepulauan Riau bagian utara," ujarnya.

"Jika hujan turun di wilayah terdampak asap, air hujan akan menangkap dan membawa sebagian partikel asap ke permukaan sehingga mengurangi konsentrasi partikel di udara setempat," sambungnya.

BMKG menjelaskan Champi berada pada kategori 4 dan diprakirakan mengalami penurunan kekuatan. Pergerakannya juga diperkirakan tetap menjauhi Indonesia.

"Jadi, pengaruh Champi terhadap asap bukan melalui tarikan angin secara langsung, melainkan melalui kondisi cuaca, termasuk hujan yang dapat membantu mengurangi partikel asap di udara. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG," tuturnya.

Sebagai informasi, siklon tropis dibagi dalam lima kategori. Kategori 1 merupakan kategori paling rendah dan kategori 5 paling tinggi.

Media CNN melaporkan topan super Champi merupakan badai terkuat tahun ini. Sementara itu, NHK melaporkan topan Champi diperkirakan akan mendekati pulau di barat daya Jepang mulai Jumat hingga sekitar Sabtu mendatang.

Badan Meteorologi Jepang menyatakan badai yang tergolong topan besar dan dahsyat ini bergerak ke arah barat laut di perairan sebelah timur Filipina mulai Rabu. Champi kembali menguat sejak Selasa malam dengan tekanan udara di pusat badai mencapai 900 hektopaskal.

Badai ini diperkirakan akan menerjang Kepulauan Sakishima di Prefektur Okinawa dengan angin kencang mulai Jumat. Perairan di sekitar kepulauan tersebut akan menjadi sangat ganas dengan perkiraan ketinggian gelombang mencapai 11 meter.

Wilayah ini juga berpotensi diguyur hujan lebat seiring mendekatnya topan tersebut. Pihak berwenang di bidang cuaca mengimbau masyarakat untuk melakukan persiapan sejak dini.

Badai ini diperkirakan akan mengubah arah dan bergerak ke timur laut. Lintasan pastinya belum dapat dipastikan, tetapi berpotensi berdampak pada sebagian wilayah Jepang bagian barat.(detikcom/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN