Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Siklon Arnab Terjang Pesisir India, 89.000 Warga Dievakuasi

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 16.59 WIB
siklon_arnab_terjang_pesisir_india_89000_warga_dievakuasi

Seorang warga melintasi kawasan yang rusak akibat Siklon Arnab di Kakinada, India, setelah badai tersebut menerjang pesisir Andhra Pradesh pada Rabu dini hari, 28 Oktober 2026. (foto: Mahesh Kumar A/AP)

Hyderabad, MISTAR.ID - Siklon Arnab menerjang pesisir negara bagian Andhra Pradesh, India, pada Rabu dini hari. Badai tersebut membawa hujan lebat dan angin kencang yang memicu gangguan di sejumlah wilayah pesisir, setelah puluhan ribu warga dievakuasi untuk menghindari dampak terburuk.

Dikutip dari Associated Press (AP), Kepala Otoritas Penanggulangan Bencana Andhra Pradesh, Prakhar Jain, mengatakan siklon sedikit melemah sebelum mencapai daratan. Meski demikian, badai masih membawa hujan lebat hingga sangat lebat ke sejumlah distrik pesisir.

Pejabat penanggulangan bencana setempat melaporkan kecepatan angin mencapai 135 kilometer per jam atau sekitar 84 mil per jam pada Rabu menjelang siang. Badai diperkirakan terus melemah saat bergerak ke daratan, dengan kecepatan angin yang berangsur turun sepanjang hari.

Hingga laporan awal diterima, belum ada laporan korban jiwa. Namun, sejumlah kerusakan telah terpantau di wilayah terdampak.

Departemen Meteorologi India (IMD) menyatakan proses pendaratan siklon telah selesai. Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih berlangsung di kawasan pesisir Andhra Pradesh serta sebagian wilayah selatan negara bagian Odisha.

Dalam pembaruan terbarunya, IMD menyebut Arnab telah melemah menjadi badai siklon kategori parah. Meski intensitasnya menurun, otoritas setempat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem.

Sebelum badai mencapai daratan, pemerintah daerah telah menetapkan status siaga tinggi di seluruh distrik pesisir Andhra Pradesh. Evakuasi dilakukan sejak Selasa, menyusul meningkatnya intensitas badai di Teluk Benggala dan pergerakannya menuju pesisir yang diperkirakan terjadi lebih cepat dari perkiraan awal.

Sedikitnya 89.000 orang telah dievakuasi dari wilayah yang dinilai rentan, terutama kawasan dataran rendah dan daerah rawan banjir. Sejumlah layanan kereta api juga dibatalkan karena hujan deras dan angin kencang mulai melanda wilayah pesisir.

Otoritas penanggulangan bencana memperkirakan lebih dari 12 juta orang tinggal di sepanjang jalur yang berpotensi dilalui siklon tersebut.

Untuk menghadapi dampak badai, pemerintah telah menyiapkan lebih dari 2.000 tempat penampungan siklon yang tersebar di 20 distrik. Peringatan darurat juga dikirimkan ke telepon seluler jutaan warga.

Selain itu, lebih dari 30.000 perahu nelayan telah diamankan di sepanjang pesisir. Hampir 1.100 tim medis dikerahkan ke wilayah terdampak untuk memberikan bantuan darurat, menurut Jain sebagaimana dikutip kantor berita Press Trust of India.

Di negara bagian Odisha yang berbatasan dengan Andhra Pradesh, pemerintah setempat juga merencanakan evakuasi sekitar 48.000 warga dari daerah yang diperkirakan terdampak badai.

Pemerintah di kedua negara bagian terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau warga di kawasan rawan untuk mengikuti arahan petugas selama siklon bergerak lebih jauh ke daratan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN