Tutup Usai 26 Tahun Berjaya, Label Mode Australia Shona Joy Pamit dari Dunia Fesyen

Tutup Usai 26 Tahun Berjaya, Label Mode APerancang Shona Joy akan menutup bisnis fesyennya tahun ini.(Foto: Vinancial Review/arf) ustralia Shona Joy Pamit dari Dunia Fesyen
Jakarta, MISTAR.ID (28/10/2026) - Label perancang busana asal Australia, Shona Joy, yang dikenal luas lewat gaun pengantin dan busana formal yang elegan, resmi akan ditutup setelah 26 tahun beroperasi.
Pendirinya, Shona Thatcher, telah menyampaikan kepada staf bahwa ia memutuskan menutup bisnis tersebut agar dapat meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga.
Thatcher mengaku tidak ingin lagi bolak-balik antara Byron Bay dan Sydney untuk mengelola bisnis, terutama karena harus mengurus anak-anaknya yang masih kecil.
"Saya dan keluarga pindah ke Byron Bay lima tahun lalu. Pasti akan tiba saatnya di mana saya berpikir, 'Sudah cukup sampai di sini'. Bisnis ini telah berkembang dengan sangat baik, dan saya bangga dengan apa yang telah kami bangun selama 26 tahun terakhir," ujar Thatcher kepada Australian Financial Review dikutip MISTAR, Selasa (27/10/2026).
Thatcher menegaskan penutupan ini bukan karena masalah keuangan. Sebaliknya, bisnis tersebut tumbuh jauh lebih besar dan sukses dari yang pernah ia bayangkan.
Pada 2025, merek tersebut mencatatkan penjualan lebih dari 12,5 juta dolar Australia hanya dari satu produk terlaris, yakni gaun panjang (maxi dress) model "La Lune".
"Saya tidak bisa terus menjalankan peran sebagai ibu sekaligus mengelola bisnis ini. Saya ingin mundur sejenak. Saya telah meraih kesuksesan, dan saya ingin mengakhiri bisnis ini saat berada di puncak kesuksesan. Saya bangga bisa melakukan itu," tambahnya.
Thatcher menyebut sempat mempertimbangkan untuk menjual bisnisnya, tetapi tidak menemukan pembeli yang tepat.
Shona Joy yang memosisikan diri sebagai bisnis yang sepenuhnya dimiliki pihak Australia dan didirikan seorang perempuan, bermula pada 2000 ketika Thatcher mulai menjual rancangannya di pasar kawasan Bondi Beach dan Paddington.
Merek tersebut berkembang dari kios sederhana di pasar menjadi bisnis mode pesat. Produknya dipasarkan di 33 negara dan tersedia melalui peritel ternama seperti David Jones, The Iconic, dan Bloomingdale's.
Merek ini resmi meluncur di Amerika Serikat pada Desember tahun lalu. Shona Joy sendiri tidak pernah membuka gerai ritel fisik.
Thatcher mempekerjakan 33 staf dan memastikan seluruh hak mereka akan dibayarkan.
Mantan kepala eksekutif Danielle Haddrick mengundurkan diri pada Maret tahun ini setelah delapan tahun bersama merek tersebut, dengan dua tahun di antaranya menjabat sebagai kepala eksekutif. Tidak ada pengganti yang diumumkan setelah kepergian Haddrick.
Stok produk Shona Joy akan terus dijual hingga tahun baru. (nine.com.au/hm02)











































