Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Lelang 380 Ribu Ton Beras Cocok Diolah Jadi Tepung, UMKM Diprioritaskan

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 08.50 WIB
bulog_lelang_380_ribu_ton_beras_cocok_diolah_jadi_tepung_umkm_diprioritaskan_

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Antara/Harianto)

Jakarta, MISTAR.ID (27/10/2026) - Perum Bulog memastikan lelang 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu untuk diolah menjadi tepung akan diprioritaskan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Langkah ini untuk mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dilansir ANTARA, Selasa (27/10/2026) mengatakan, penyaluran tidak hanya terpusat di Jakarta, melainkan dilakukan melalui lelang di seluruh wilayah.

"Prioritasnya untuk rakyat, UMKM-UMKM. Makanya nanti dijualnya tidak hanya di Jakarta, tetapi dilelang di seluruh Tanah Air," kata Rizal usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Rizal menjelaskan, beras tersebut saat ini dalam proses lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yang tersebar di berbagai daerah.

Pelaksanaan lelang, kata dia, merupakan tindak lanjut keputusan Rakortas Pangan untuk memastikan pengelolaan stok berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Beras yang dilelang merupakan stok yang mengalami penurunan mutu setelah disimpan lebih dari enam bulan sesuai ketentuan.

Menurut Rizal, pemanfaatan harus segera dilakukan agar beras tidak rusak dan menimbulkan kerugian negara akibat penurunan kualitas.

"Daripada rusak, berasnya rusak, kalau rusak negara jadi rugi," ujarnya.

Beras turun mutu itu nantinya dapat dimanfaatkan pelaku industri sebagai bahan baku setelah melalui proses pengolahan sesuai kebutuhan.

Rizal menambahkan, harga penjualan tetap mengacu kebijakan pemerintah dengan mempertimbangkan harga pasar, sehingga pelaku usaha masih memiliki ruang untuk memperoleh keuntungan.

Penyebaran lelang secara nasional, kata dia, bertujuan membuka akses yang lebih luas bagi UMKM di berbagai wilayah untuk mendapatkan bahan baku dengan harga kompetitif. Kebijakan ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil.

Bulog memastikan seluruh proses lelang berjalan sesuai aturan sekaligus menjaga tata kelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara optimal.

Pemerintah sebelumnya menyepakati hilirisasi sekitar 380 ribu ton beras turun mutu menjadi tepung untuk menjaga nilai ekonomi dan menstabilkan harga pangan.

"Itu stok yang mutunya turun, nanti bisa dibeli pabrik-pabrik pengusaha tepung untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi pemerintah pada 7 September 2026 sebagai bagian dari penguatan pengelolaan CBP yang saat ini mencapai lebih dari 5 juta ton.

Pemerintah memperkirakan 380 ribu ton beras turun mutu itu dapat dilelang ke industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram agar tetap bernilai ekonomi. Harga tersebut hanya selisih sekitar Rp1.000 dibandingkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual Rp12.500 per kilogram kepada masyarakat. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN