Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kemenhub Pastikan Tiket Pesawat Nataru 2026-2027 Turun 13 Persen, Berlaku 22 Desember - 10 Januari

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 08.17 WIB
kemenhub_pastikan_tiket_pesawat_nataru_20262027_turun_13_persen_berlaku_22_desember_10_januari_

Ilustrasi, tiket pesawat Nataru 2026-2027 turun 13%,(Foto: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (27/10/2026) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tarif tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) turun 11 hingga 13 persen. Penurunan dilakukan melalui skema stimulus pemerintah.

Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa di Jakarta, Senin (27/10/2026). Ia mengatakan kebijakan tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh maskapai dalam rapat koordinasi bersama Direktorat Angkutan Udara.

"Ini akan turun 11 sampai 13 persen, stimulus ini. Sudah kita lakukan pertemuan dengan sejumlah maskapai," ujar Lukman.

Menurut Lukman, Kemenhub meminta seluruh maskapai patuh terhadap ketentuan penurunan tarif agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat selama libur akhir tahun.

Kemenhub juga menyiapkan mekanisme pengawasan ketat. Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi bagi maskapai yang tidak menjalankan kebijakan sesuai aturan selama masa stimulus.

Program stimulus tarif ini hanya berlaku untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keterjangkauan transportasi udara di tengah lonjakan permintaan.

Periode stimulus berlangsung mulai 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Rentang waktu itu ditetapkan untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat pada puncak libur Nataru.

Pemerintah berharap kebijakan ini meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi udara dengan biaya lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas pelayanan penerbangan.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta maskapai tidak mematok tarif pada batas atas menjelang akhir tahun. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mencegah inflasi akibat tingginya permintaan perjalanan.

"Saya mohon rekan-rekan airlines jangan mengambil harga pada acuan tertinggi saat permintaan tinggi di akhir tahun. Load factor pasti meningkat, jumlah penumpang otomatis banyak. Tolong kalau bisa harga tiket diturunkan," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pangan di Jakarta, Senin (26/10/2026). (hm02)






BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN