Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Bahasa Inggris Wajib Mulai Kelas 3 SD, Kemendikdasmen Latih Puluhan Ribu Guru

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 10.34 WIB
bahasa_inggris_wajib_mulai_kelas_3_sd_kemendikdasmen_latih_puluhan_ribu_guru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. (Foto: Medcom.id/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempersiapkan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 sekolah dasar (SD). Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi guru melalui program pelatihan berskala nasional.

Hingga 2026, sebanyak 5.777 guru kelas telah mengikuti pelatihan mengajar Bahasa Inggris. Selanjutnya, Kemendikdasmen menjadwalkan pelatihan bagi 59.575 guru SD mulai awal November dengan melibatkan 107 perguruan tinggi yang memiliki program studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan informasi tersebut dalam taklimat media di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, kemarin.

“Ada informasi tambahan bahwa tahun 2026 kami sudah melatih guru kelas untuk mengajar Bahasa Inggris sejumlah 5.777 guru kelas. Awal November akan melatih 59.575 guru kelas SD untuk kecakapan mengajar Bahasa Inggris dengan melibatkan 107 kampus yang memiliki prodi Pendidikan Bahasa Inggris,” ujar Mu’ti.

Ia menjelaskan, program pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan sebelum Bahasa Inggris diterapkan sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD. Melalui program ini, guru kelas diharapkan memiliki kemampuan yang memadai untuk mengajarkan Bahasa Inggris kepada peserta didik.

Selain membahas persiapan kebijakan tersebut, Kemendikdasmen turut memaparkan hasil kajian mengenai penggunaan perangkat interaktif digital (PID) dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, mengatakan hasil kajian menunjukkan sebanyak 85,7 persen sekolah telah memanfaatkan PID dalam pembelajaran sehari-hari.

Menurut Toni, penggunaan perangkat digital tersebut memberikan sejumlah manfaat, mulai dari meningkatkan antusiasme belajar siswa hingga membantu mereka memahami materi pelajaran.

Pemanfaatan teknologi juga dinilai mendorong pengembangan keterampilan digital siswa sekaligus menghadirkan variasi metode mengajar bagi guru.

“Di samping itu juga guru dan murid ini melaporkan manfaat berupa meningkatnya misalnya antusiasme, kemudahan memahami materi, keterampilan digital, dan juga inovasi mengajar. Jadi mereka sangat memberikan reaksi yang sangat positif,” ujar Toni.

Ia menambahkan, perangkat interaktif digital juga dinilai membantu pembelajaran bagi siswa dengan kebutuhan dan kemampuan yang beragam, termasuk anak berkebutuhan khusus.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN