Model Sahara Ray Mantan Kekasih Justin Bieber Meninggal Dunia di Usia 34 Tahun

Foto kenangan Sahara Ray ketika menghadiri pesta pembuka REVOLVE Hamptons pada 4 Juli 2015 di Sagaponack, New York.(Foto: nz.news)
Los Angeles, MISTAR.ID (20/10/2026) - Kabar duka datang dari dunia hiburan internasional. Model asal Australia, Sahara Ray, meninggal dunia pada usia 34 tahun.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga kepada TMZ dalam pernyataan resmi pada Senin, 19 Oktober 2026. Keluarga menyebut Sahara Ray mengembuskan napas terakhir pada akhir pekan lalu di rumah sakit dengan dikelilingi orang-orang terkasih.
"Dia meninggal dunia tadi malam di rumah sakit, dikelilingi oleh keluarganya. Dia sangat dicintai," ungkap pihak keluarga. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya belum diungkapkan ke publik.
Kepergian Sahara Ray sontak memicu gelombang duka di media sosial. Sahabat dekatnya, model Becky Hearn, mengenang mendiang melalui unggahan Instagram Story.
"Akan selalu menyayangimu, jiwaku yang manis," tulis Becky disertai potret kebersamaan mereka.
Sahara Ray dikenal luas sebagai model, influencer, dan pengusaha. Ia merupakan putri dari peselancar legendaris Australia, Tony Ray. Namanya melambung setelah menjalin hubungan dengan sejumlah selebritas dunia, seperti Justin Bieber dan Cody Simpson.
Selain di dunia modeling, perempuan kelahiran Australia itu juga merintis merek pakaian renang miliknya, Sahara Ray Swim, yang telah diluncurkan lebih dari satu dekade lalu.
Pada 2024, Sahara Ray sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya kepada publik. Ia didiagnosis mengidap sindrom Guillain-Barre, yakni penyakit autoimun langka yang membuat sistem imun menyerang sistem saraf, sehingga menimbulkan gejala kelemahan, mati rasa, hingga kelumpuhan.
"Saat itu ia mengaku mengalami kelumpuhan dari bagian atas paha hingga punggung kaki dan harus menghabiskan sebagian besar waktunya di kursi roda karena sama sekali tidak bisa berjalan," ujarnya kala itu.
Ia menuturkan, kondisi tersebut muncul setelah mengalami kecelakaan tertabrak mobil pada April 2024 yang kemudian diikuti infeksi selama masa pemulihan. Menurut Mayo Clinic, dua pertiga penderita sindrom Guillain-Barre memang mengalami gejala infeksi dalam enam minggu sebelum gejala sindrom muncul, meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara pasti.(nz.news/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
China Peringatkan Warganya ke Prancis Usai Kerusuhan Besar




























