Selebritas Indonesia Malu pada Negara Tetangga karena Kabut Asap Karhutla

Pemandangan Kuala Lumpur yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia, pada Selasa (11/8/2026). (Foto: EPA)
Jakarta, MISTAR.ID - Sejumlah selebritas Indonesia mengungkapkan rasa malu saat berada di Malaysia ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia berdampak ke negara tetangga tersebut.
Eks anggota JKT48 Cesen, Acha Sinaga, hingga Pevita Pearce menyoroti kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia melalui media sosial.
Cesen, yang mengunjungi kawasan Genting Highlands bersama keluarganya, mengaku merasa canggung dengan kondisi tersebut.
“Malu dikit. Baru kali ini jalan-jalan rasa canggungnya ada banget,” tulis Cesen di Instagram Story pribadinya, seperti diberitakan detikHot, Minggu (18/10/2026).
Acha Sinaga juga mengungkapkan rasa malu saat berada di Kuala Lumpur. Ia bahkan mengaku meminta maaf kepada pengemudi taksi daring atas kabut asap yang berdampak ke Malaysia.
“Jujur selama di Kuala Lumpur aku ngerasa malu sebagai warga negara Indonesia. Kirim asap ke negara mereka, ibaratnya kita bertetangga terus buang sampah ke rumah sebelah,” tulis Acha.
Ia mengatakan, setiap kali menggunakan layanan transportasi online, dirinya meminta maaf atas kondisi tersebut. Acha juga menyebut keponakannya sempat diliburkan dari sekolah karena asap yang semakin parah.
Sementara itu, Pevita Pearce, yang kini tinggal di Malaysia bersama suaminya, turut menyoroti kondisi Kuala Lumpur yang terdampak kabut asap karhutla. Pada 21 September 2026, ia membagikan kondisi ibu kota Malaysia tersebut melalui media sosial.
“Get well soon, Indonesia...,” tulis Pevita dalam salah satu unggahannya. Dalam unggahan lainnya, ia menuliskan kata “Malu”.
Pevita juga menyebut kondisi Kuala Lumpur semakin tertutup asap akibat karhutla.
“Kuala Lumpur masih tenggelam di dalam asap karhutla dan semakin parah setiap harinya,” tulisnya.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari pada Senin (19/10/2026) pukul 08.00 WIB, indikasi sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.
Pencemaran asap lintas batas atau transboundary haze dari Sumatra terdeteksi mencapai Semenanjung Malaysia dan Singapura. Kedua wilayah tersebut juga terdampak asap karhutla dari Kalimantan, demikian pula Sarawak.
BMKG turut melaporkan adanya sebaran asap lintas batas dari Papua Nugini menuju Papua Selatan.
Di wilayah Indonesia, kabut asap akibat karhutla masih terpantau di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Sebaran asap juga terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Selain itu, asap terpantau di Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 5.499 titik panas (hotspot) dan 247 titik api (firespot) di enam provinsi prioritas penanganan karhutla di Indonesia. Data tersebut berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla per Minggu (18/10/2026).
Sementara itu, berdasarkan pemantauan BMKG pada Senin (19/10/2026) pukul 08.00 WIB, kualitas udara di empat daerah masuk kategori berbahaya atau hitam. Keempat daerah tersebut adalah Pangkalan Bun dan Palangka Raya di Kalimantan Tengah, serta Muaro Jambi dan Kota Jambi di Provinsi Jambi. (hm25/cnn Indonesia/detikhot)
PREVIOUS ARTICLE
Rossa Bagikan Keseruan Liburan ke Korea Selatan Bareng PutrinyaBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER








































