Dicap Aktor Terburuk Lewat Batman v Superman, Jesse Eisenberg Curhat Kariernya Anjlok

Jesse Eisenberg. (Foto: tribecafilm.com)
London, MISTAR.ID (20/10/2026) - Jesse Eisenberg mengungkapkan, dirinya kesulitan mendapatkan peran di film-film studio setelah memenangkan penghargaan Razzie untuk kategori Aktor Pendukung Terburuk atas perannya sebagai Lex Luthor dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice.
Bintang The Social Network itu membahas salah satu peran paling kontroversial dalam kariernya saat berbicara di BFI London Film Festival, seperti dilaporkan Variety. Ia menceritakan bagaimana penampilannya sebagai Lex Luthor berambut panjang membuatnya semakin sulit mendapatkan tawaran akting.
"Dengar, sebagian besar hal itu berawal dari rasa takut," ujar Eisenberg saat menjelaskan alasannya menjauh dari film studio. "Saya tidak bisa lagi mendapatkan peran di film studio karena saya memenangkan penghargaan Razzie lewat film Batman tersebut... dan saya melihat ke mana arah karier saya saat itu."
Meski Batman v Superman: Dawn of Justice tetap memiliki penggemar, penampilan eksentrik Eisenberg sebagai musuh bebuyutan Superman menjadi salah satu elemen paling kontroversial, bahkan satu dekade setelah film tersebut dirilis. Aktingnya yang tak terlupakan itu akhirnya membuatnya membawa pulang piala Razzie.
Golden Raspberry Awards atau Razzie Awards merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan bagi aspek-aspek terburuk dalam film. Tidak ada aktor yang ingin dilabeli sebagai yang terburuk, dan cap Razzie bahkan bisa menempatkan seseorang dalam daftar aktor dengan reputasi buruk dalam sejarah perfilman.
Eisenberg mengakui label itulah yang melekat padanya setelah Batman v Superman. Hal tersebut menjadi alasan mengapa ia jarang terlihat dalam film-film besar pada tahun-tahun berikutnya. Sebagai gantinya, ia beralih haluan menjadi penulis dan sutradara.
Dua proyek yang lahir dari perubahan arah karier itu adalah A Real Pain (2024) dan film terbarunya, The Debut, yang akan tayang perdana pada Desember 2025.
"Sebagai seorang aktor, Anda akan terus-menerus merasa cemas: Apakah karier saya sedang menanjak atau justru merosot? Sebab, tidak ada fase stabil," katanya.
"Dunia akting adalah industri yang tidak menentu dan cukup kejam. Anda bisa saja terus melaju dengan baik, atau justru menjadi sosok yang sudah ketinggalan zaman, dan itu sungguh mengerikan. Jika Anda termasuk orang yang paranoid seperti saya, Anda akan menyadarinya jauh sebelum benar-benar terjadi," lanjut Eisenberg.
"Industri ini akan menunjukkan apa yang mereka inginkan dari Anda. Industri tersebut tidak menginginkan saya tampil dalam film pahlawan super. Jika Anda cerdas dan cukup peka, Anda akan segera menyadarinya," ujarnya.
"Aktor yang tidak sukses mungkin akan bersikeras, 'Tidak, saya ingin terus bermain di film-film seperti itu.' Padahal, hal itu tidak akan terjadi. Mereka tidak menginginkan Anda di sana. Lagipula, mereka tidak akan memberikan penghargaan Raspberry jika memang menginginkan Anda di sana, itu adalah penghargaan untuk akting yang buruk," pungkasnya.
Meski pemeran Lex Luthor yang sempat kembali di Justice League itu berhasil menata ulang kariernya setelah DCEU, Batman v Superman hingga kini masih memicu pro dan kontra di kalangan penonton.(sea.ign.com/hm02)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







































