Topan Champi Ancam Taiwan, Hampir 1.000 Penerbangan Dibatalkan, Satu Orang Tewas

Gelombang tinggi menerjang pesisir Keelung, Taiwan utara, pada 22 Oktober 2026, saat Topan Champi mendekati wilayah tersebut. (foto: Chiang Ying-ying/AP)
Taipei, MISTAR.ID - Topan Champi mengancam Taiwan dengan angin kencang dan hujan deras, memaksa pembatalan hampir 1.000 penerbangan pada Jumat (23/10/2026). Hampir seluruh wilayah Taiwan menghentikan aktivitas untuk mengantisipasi dampak badai tersebut.
Kementerian Transportasi Taiwan mencatat seluruh 262 penerbangan domestik dan 717 penerbangan internasional dibatalkan. Meski demikian, layanan kereta cepat yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Taiwan tetap beroperasi normal.
Dikutip dari Reuters, Badan Cuaca Pusat Taiwan (CWA) melaporkan, Champi berada sekitar 220 kilometer di sebelah timur Taiwan dengan embusan angin mencapai 191 kilometer per jam di dekat pusat badai. Meski kekuatannya mulai melemah setelah sebelumnya berstatus supertopan, kemungkinan badai mendarat langsung di Taiwan belum dapat dikesampingkan.
Prakirawan cuaca CWA, Liu Pei-teng, mengatakan perubahan arah atau perlambatan pergerakan topan dapat meningkatkan risiko pendaratan langsung dan memperpanjang paparan angin kencang di Taiwan.
Radius angin Champi diperkirakan mencapai 320 kilometer, cukup luas untuk memengaruhi sebagian besar wilayah pulau tersebut. Hujan hingga hampir satu meter juga diprakirakan mengguyur kawasan pegunungan di utara, termasuk sekitar Taipei.
Dampak badai telah menewaskan satu orang dan melukai 171 lainnya. Pemerintah Taiwan juga mengevakuasi 2.639 warga dari kawasan pegunungan. Sementara itu, lebih dari 77.000 rumah sempat kehilangan pasokan listrik, meski sebagian besar telah kembali teraliri listrik.
Otoritas di wilayah timur laut Taiwan menyiagakan kendaraan amfibi dan perahu penyelamat untuk menghadapi kemungkinan banjir dan kebutuhan evakuasi. Di Taipei, transportasi umum, termasuk kereta bawah tanah, tetap beroperasi dengan layanan terbatas.
Champi diperkirakan melintas di dekat timur laut Taiwan sebelum bergerak ke utara menuju pesisir China dan selanjutnya ke Jepang selatan. Badai tersebut juga diprakirakan melintasi Yonaguni, pulau berpenghuni paling barat Jepang, di Prefektur Okinawa. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Gempa M 7,0 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas dan Puluhan Terluka














































