Friday, October 23, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Penembakan di Hebron Lukai 5 Orang, Netanyahu Perintahkan Pentutupan Tepi Barat

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 17.06 WIB
penembakan_di_hebron_lukai_5_orang_netanyahu_perintahkan_pentutupan_tepi_barat

Pasukan Israel berjaga di sekitar lokasi penembakan di Hebron. (foto: Ammar Awad/Reuters)

Hebron, MISTAR.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penutupan wilayah Tepi Barat yang diduduki setelah dua pria bersenjata Palestina menyerang pos pemeriksaan militer Israel, Jumat 23/10/2026). Sedikitnya lima orang terluka dalam serangan tersebut, dengan dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Layanan darurat Israel, Magen David Adom, menyampaikan bahwa dua korban mengalami luka serius. Sementara itu, militer Israel (IDF) memberlakukan pengepungan penuh di Kota Hebron setelah insiden tersebut.

Netanyahu mengatakan telah memerintahkan IDF untuk mempersiapkan penutupan penuh Tepi Barat mulai Jumat. Namun, belum ada kepastian mengenai waktu pemberlakuan kebijakan itu maupun berapa lama pembatasan akan berlangsung.

Dalam pernyataannya, IDF mengonfirmasi bahwa kedua pelaku ditembak mati. Pasukan Israel masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari pihak lain yang diduga terkait dengan serangan tersebut. Belum diketahui apakah para korban merupakan personel militer atau warga sipil.

Rekaman video dari lokasi memperlihatkan baku tembak antara kedua pria bersenjata dan pasukan Israel selama beberapa menit. Dalam video Reuters, seorang petugas penyelamat terdengar mengatakan bahwa penembakan telah berlangsung setidaknya 20 menit dan proses evakuasi korban mengalami kesulitan.

IDF menyatakan telah menemukan kendaraan yang digunakan para pelaku dalam serangan tersebut. Kendaraan itu dilaporkan membawa amunisi dalam jumlah besar.

Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir menyebut insiden itu sebagai serangan teror serius. Menurutnya, respons cepat pasukan Israel mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

“Ini merupakan serangan teror yang serius,” kata Zamir setelah melakukan evaluasi situasi.

Ia menambahkan bahwa amunisi yang ditemukan di dalam kendaraan tersebut diduga disiapkan untuk melancarkan serangan dengan skala jauh lebih besar.

Zamir juga mengatakan militer Israel akan melanjutkan penangkapan terhadap para tersangka dan meningkatkan operasi intelijen di wilayah tersebut.

Sementara itu, Netanyahu menegaskan Israel akan terus memburu pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan itu.

“Kami akan mengejar teroris Hamas dan mereka yang mengirim mereka, di mana pun mereka berada dan kapan pun,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Hamas menyambut baik serangan tersebut melalui pernyataan resmi, tetapi tidak menyatakan bertanggung jawab atas aksi penembakan itu.

Insiden tersebut terjadi hanya empat hari sebelum Israel menggelar pemilu, yang menjadi ujian penting bagi Netanyahu sejak serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN