Friday, October 23, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Badai Austen Terjang Inggris, Ribuan Rumah Padam dan Penerbangan Dibatalkan

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 17.30 WIB
badai_austen_terjang_inggris_ribuan_rumah_padam_dan_penerbangan_dibatalkan

Ombak besar menghantam Mercu Suar Newhaven dan pemecah ombak di Sussex Timur, Jumat (23/10/2026). (foto: AFP/Getty Images via Daily Mail)

London, MISTAR.ID - Badai Austen menerjang Inggris dengan kecepatan angin mencapai 129 kilometer per jam disertai hujan lebat. Bencana cuaca ini menyebabkan ribuan rumah kehilangan listrik, sekolah ditutup, serta perjalanan kereta dan penerbangan terganggu.

Dampak terparah terjadi di Cornwall, Inggris barat daya, dengan lebih dari 9.000 rumah mengalami pemadaman listrik. Sejumlah jalan di Devon dan Cornwall juga tidak dapat dilalui akibat banjir, pohon tumbang, kabel listrik putus, dan puing-puing yang terbawa angin.

Data FlightRadar24 mencatat 19 penerbangan dibatalkan di Bandara Heathrow, 17 di Gatwick, 13 di Southampton, dan empat di Exeter. Seluruh penerbangan pagi di Bandara Jersey juga dibatalkan, memengaruhi 25 layanan.

Kantor Meteorologi Inggris (Met Office) mengeluarkan peringatan angin tingkat amber untuk Cornwall, Devon, dan Kepulauan Scilly. Kepala prakiraan Met Office, Neil Armstrong, memperingatkan potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

“Ini adalah cuaca badai pertama di selatan Inggris musim ini dan kami memperkirakan akan ada gangguan saat badai bergerak melintasi wilayah tersebut,” ujarnya.

Ia mengingatkan warga agar berhati-hati saat bepergian karena pohon dan cabang yang tumbang dapat menghambat lalu lintas. Masyarakat juga diminta menjauhi kawasan pantai karena gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan.

Badai Austen diperkirakan bergerak ke Laut Utara pada Jumat malam, tetapi badai Boelo akan menyusul pada akhir pekan dan memengaruhi Irlandia Utara, Skotlandia, serta sebagian wilayah utara Inggris. Hembusan angin di kawasan pesisir terbuka diperkirakan mencapai 129 kilometer per jam.

Met Office menyebut kedua badai mengalami fenomena weather bomb, yakni penurunan tekanan udara secara cepat. Tekanan pusat Austen turun dari 1.004 menjadi 980 milibar dalam 18 jam, sedangkan tekanan Boelo diperkirakan merosot 51 milibar dalam 24 jam.

Kedatangan badai ini terjadi setelah sejumlah wilayah Inggris mengalami kekeringan parah akibat minimnya curah hujan selama berbulan-bulan. Para peramal cuaca memperingatkan bahwa kondisi El Niño yang menguat dapat meningkatkan risiko musim gugur yang lebih basah dan berangin.

Kampanye iklim Greenpeace, Maja Darlington, mendesak pemerintah mengambil tindakan menghadapi cuaca ekstrem.

“Jutaan orang menghadapi kemungkinan kehilangan rumah dan bisnis mereka, sementara perusahaan-perusahaan minyak bersiap mengumumkan keuntungan miliaran pound pekan depan,” katanya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN