Kemarau Terparah, 5 Juta Warga Sudan Terancam Kelaparan

Pasar hewan di Obeid, Sudan. Peternak menjajakan hewan yang kurus akibat kekeringan. (foto: Eltayeb Siddig/Reuters)
Khartoum, MISTAR.ID - Kekeringan yang dipicu fenomena El Nino memperburuk krisis pangan di Sudan. Kondisi ini terjadi ketika negara tersebut masih dilanda perang saudara sejak 2023, meningkatkan risiko kelaparan bagi jutaan penduduk.
Dilansir Reuters Jumat (23/10/2026), curah hujan di Sudan selama Juli hingga September 2026, yang merupakan puncak musim hujan, menjadi yang terendah dalam lebih dari 30 tahun. Kekeringan tersebut merusak tanaman pertanian dan mengancam peternakan, terutama di wilayah Darfur, Kordofan, dan Gedaref.
Data pemantau ketahanan pangan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan, sekitar 5,1 juta orang di Sudan menghadapi kelaparan parah pada Juni lalu. Situasi diperkirakan semakin memburuk karena dampak kekeringan terhadap hasil panen.
Program Pangan Dunia (WFP) memperkirakan, kekeringan dapat menyebabkan tambahan 350.000 orang mengalami kelaparan parah hingga akhir 2026. Jumlah tersebut berpotensi bertambah menjadi 1,2 juta orang hingga Agustus 2027.
Para petani menghadapi kegagalan panen akibat minimnya hujan dan suhu yang semakin tinggi. Seorang petani skala besar memperkirakan hasil panennya hanya mencapai sekitar seperempat dari produksi tahun sebelumnya.
Kondisi ternak juga memburuk karena terbatasnya padang rumput dan suhu ekstrem. Padahal, pertanian tadah hujan dan peternakan menjadi sumber penghidupan penting bagi banyak masyarakat di Sudan.
Krisis tersebut semakin berat akibat konflik bersenjata yang menghambat distribusi bantuan kemanusiaan. Kekurangan dana juga memaksa WFP mengurangi jatah pangan bagi warga yang membutuhkan, termasuk di kamp pengungsian yang menampung sekitar 700.000 orang.
Kombinasi perang, kekeringan, penurunan produksi pertanian, dan terbatasnya bantuan dikhawatirkan memicu bencana kelaparan yang lebih parah. Situasi ini mengingatkan pada tragedi kelaparan besar yang pernah melanda Sudan pada 1984. (*)
















































