Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Eropa Siaga Perang, 3 Negara Minta Warga Timbun Makanan 10 Hari

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 10.33 WIB
eropa_siaga_perang_3_negara_minta_warga_timbun_makanan_10_hari_

Ilustrasi, tiga negara meminta warganya timbun makanan untuk 10 hari. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (28/10/2026) — Pemerintah Inggris, Jerman, dan Swedia memperingatkan warganya untuk bersiap menghadapi kemungkinan perang. Ketiga negara itu meminta warga menimbun stok makanan di rumah masing-masing.

Sejumlah negara Eropa telah menyebarluaskan rencana darurat, termasuk imbauan menimbun persediaan pangan seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan laporan AOL, Selasa (27/10/2026), pemerintah Inggris, Jerman, dan Swedia menyarankan warganya menyimpan bahan pangan tahan lama, obat-obatan, dan air bersih.

Pemerintah menyebut kemungkinan perang, serangan siber, cuaca ekstrem, dan wabah penyakit sebagai alasan di balik panduan tersebut.

"Selain skenario perang, terdapat berbagai krisis di masa damai yang dapat memicu kekurangan pangan dan hambatan rantai pasok. Contohnya wabah penyakit pada hewan atau kecelakaan serius pada instalasi teknis berskala besar," tulis pernyataan resmi Pemerintah Jerman.

Pemerintah Jerman menyarankan warga menyiapkan persediaan darurat untuk 10 hari, termasuk dua liter cairan per orang per hari.

Sementara itu, Pemerintah Inggris meluncurkan kampanye "Be Ready" sejak pekan lalu. Pemerintah mengimbau setiap keluarga menyiapkan persediaan makanan, air, dan kebutuhan pokok untuk tiga hari di tengah kekhawatiran bencana alam, konflik bersenjata, dan keadaan darurat yang kian sering terjadi.

Sejumlah barang yang wajib dimiliki warga Inggris di antaranya makanan tidak mudah rusak untuk tiga hari, sembilan liter air minum kemasan per orang, produk kebersihan dan perlengkapan mandi, pakaian hangat, kantong tidur dan selimut, serta kotak P3K dan perlengkapan medis penting.

Adapun Pemerintah Swedia secara langsung memperingatkan warganya tentang risiko konflik di wilayah mereka.

"Perang sedang berlangsung di sudut dunia kita dan situasi keamanan saat ini merupakan yang paling serius sejak Perang Dunia Kedua. Ancaman teroris, serangan siber, dan penyebaran informasi menyesatkan digunakan untuk mencelakai serta memengaruhi kita. Serangan bersenjata terhadap Swedia tidak dapat dikesampingkan," demikian pernyataan Badan Pertahanan Sipil dan Ketahanan Swedia. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN