Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kejar Target Lifting 612.500 Barel di 2027, SKK Migas Akui Selalu Meleset 3 Tahun Terakhir

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 08.24 WIB
kejar_target_lifting_612500_barel_di_2027_skk_migas_akui_selalu_meleset_3_tahun_terakhir_

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus ketika ditemui di sela-sela ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026). (Foto: Antara/Putu Indah Savitri)

Denpasar, MISTAR.ID (28/10/2026) — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan strategi produksi minyak untuk mencapai target lifting 2027 sebesar 612.500 barel per hari.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target lifting minyak pada 2026 yang sebesar 610.000 barel per hari.

Mengutip ANTARA, Rabu (28/10/2026), Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, mengakui realisasi lifting dalam tiga tahun terakhir belum pernah mencapai 100 persen.

"Kami baru melaksanakan CEO Forum dan kami melihat trennya tiga tahun terakhir, kami selalu di 97 persen," ujar Rikky di sela-sela ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026).

Berkaca dari tren tersebut, SKK Migas ingin mengubah pola pikir pimpinan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan target.

Salah satu strateginya adalah membidik target internal yang lebih tinggi, yakni 625.000 hingga 630.000 barel per hari.

"Sehingga nanti, harapannya pada 2027, kita achieve 612.500 (barel per hari)," katanya.

Selain itu, SKK Migas mengakselerasi kegiatan eksplorasi melalui inisiatif Triple 100 yang mulai didorong pada akhir 2025. Program tersebut mencakup pengeboran 100 sumur eksplorasi yang dibagi ke dalam beberapa klaster berdasarkan karakteristik dan potensi pengembangannya.

"Kami melihat Pertamina berpartisipasi dari Triple 100 yang sudah di-generate, itu ada 38 sumur. Berarti hampir 40 persen kita bergantung ke Pertamina Group," ujar Rikky.

Klaster yang menjadi perhatian SKK Migas adalah Infrastructure-Led Exploration (ILX), yakni kegiatan eksplorasi yang berdekatan dengan infrastruktur migas yang telah tersedia.

Melalui pendekatan ini, SKK Migas mendorong percepatan pengerjaan sumur agar hasil eksplorasi dapat segera berkontribusi terhadap tambahan produksi.

"Lalu ada yang sifatnya big one, high-impact well. Nah, ini juga kita minta supaya diutamakan, disegerakan karena ini meng-unlock prospek-prospek daerah baru. Nah, ini ada kita identify ada 12 sumur," ucapnya.

Rikky menambahkan, percepatan pengeboran sumur berdampak tinggi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan wilayah eksplorasi baru, termasuk kawasan frontier, sekaligus menarik investor untuk masuk ke sektor hulu migas Indonesia. (hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN