Gelontorkan Rp8,3 Triliun, Investor AS Bangun Pabrik AI dan Semikonduktor di Batam

Ilustrasi, investasi AS senilai Rp8,3 triliun di Batam dengan konsep pabrik AI dan semikonduktor plus pembukaan 1.000 loker. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (28/10/2026) — Investor asal Amerika Serikat merealisasikan investasi senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,3 triliun di Batam, Kepulauan Riau. Investasi jumbo tersebut difokuskan untuk pengembangan industri teknologi tinggi.
Mengutip CNBC Indonesia, Rabu (28/10/2026), proyek ini merupakan kolaborasi antara Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Geseip dengan Tynergy Technology Group dan Essence Global asal Amerika Serikat. Realisasi investasi ditandai dengan peletakan batu pertama di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Batam, dengan dukungan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Ma'ruf Maulana, mengatakan pembangunan di Batam menjadi tahap awal dari komitmen investasi yang telah disepakati di Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam perjanjian usaha patungan atau joint venture agreement (JVA) yang ditandatangani pada 18 Februari 2026 di Washington D.C. dan disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto.
"Ini adalah tahap awal realisasi investasi dari penanaman modal asing (PMA) Amerika Serikat yang telah lama dikomitmenkan bersama. Kami memulainya di kawasan industri yang sudah tersedia, yaitu Wiraraja I Kabil," ujar Ma'ruf yang juga Presiden Direktur Wiraraja Geseip, Selasa (27/10/2026).
Pada tahap awal, proyek akan menempati lahan seluas 3 hektare di Kawasan Industri Wiraraja I. Investasi ini diproyeksikan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja lokal seiring pengembangan fasilitas industri.
Fokus kerja sama mencakup hilirisasi pasir silika, pengembangan pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan (AI), serta peluang pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium-ion.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok industri teknologi tinggi yang terintegrasi dari hulu ke hilir hingga menghasilkan produk bernilai tambah.
Tak hanya di Kabil, Kawasan Wiraraja Geseip di Pulau Galang juga disiapkan sebagai lokasi pengembangan lanjutan untuk memperluas ekosistem industri hasil kemitraan dengan investor asing tersebut.
"Investasi ini mengusung konsep industri terintegrasi dari hulu ke hilir guna membangun rantai pasok industri teknologi tinggi berskala besar, yang selanjutnya akan dikembangkan melalui ekspansi ke Kawasan Industri Wiraraja Geseip, PSN di Pulau Galang," kata Ma'ruf. (hm02)












































