Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Dari Warung ke Pasar Nasional: Omzet Produk UMKM Tembus Rp12,9 Triliun

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 09.53 WIB
dari_warung_ke_pasar_nasional_omzet_produk_umkm_tembus_rp129_triliun_

Ilustrasi, omzet UMKM Rp12,9 triliun atau mencapai 128% . (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (28/10/2026) — PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) mencatat kinerja positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Omzet produk UMKM yang dipasarkan melalui jaringan toko kelontong mitra SRC mencapai Rp12,9 triliun sepanjang 2026.

Angka tersebut melonjak 128 persen dibandingkan 2023 berdasarkan riset Kompas Gramedia (KG) Media 2026 dilansir ANTARA, Rabu (28/10/2026).

Direktur PT SRC Indonesia Sembilan, Romulus Sutanto, mengatakan lonjakan tersebut didorong program Pojok Lokal. Program ini menyediakan ruang khusus bagi produk lokal agar mudah dijangkau konsumen melalui jaringan Toko SRC.

"Melalui Pojok Lokal, kami ingin mempertemukan potensi produk lokal dengan jaringan toko yang dekat dengan masyarakat, sehingga peluang pertumbuhan dapat dirasakan pemilik toko maupun pelaku UMKM," ujar Romulus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, toko kelontong memiliki potensi besar untuk memberikan dampak lebih luas ketika terhubung dengan pelaku UMKM dan komunitas sekitar. Keberadaan Pojok Lokal juga memberi nilai tambah bagi pemilik toko dengan menghadirkan variasi produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan.

"SRC berkomitmen terus mengoptimalkan jaringan toko agar semakin banyak produk UMKM memperoleh kesempatan untuk dikenal dan dipasarkan," katanya.

Selain memperluas pasar, SRC juga memperkuat kapasitas pemilik toko melalui komunitas Paguyuban SRC. Komunitas ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mendorong pengembangan usaha.

Riset KG Media 2026 mencatat sebanyak 86 persen pemilik Toko SRC menilai Paguyuban bermanfaat untuk memperluas jaringan bisnis dan menambah ide usaha.

Romulus menambahkan interaksi antarpemilik toko menciptakan ruang untuk bertukar pengalaman dan praktik baik dalam menghadapi tantangan usaha.

"Kami ingin komunitas ini menjadi ruang yang membantu pemilik toko berkembang sekaligus memperkuat hubungan dengan lingkungan sekitar," ucapnya. (hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN