Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dokter RSUP Adam Malik Jelaskan Alasan Masker KN95 Lebih Efektif Hadapi Kabut Asap

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB
dokter_rsup_adam_malik_jelaskan_alasan_masker_kn95_lebih_efektif_hadapi_kabut_asap

Dokter RSUP H Adam Malik Medan, dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P. (foto: Mistar TV)

Medan, MISTAR.ID - Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P, menjelaskan alasan masker KN95 dinilai lebih efektif melindungi pernapasan dari paparan kabut asap dibandingkan beberapa jenis masker lainnya.

Harbi mengatakan, keunggulan masker KN95 bukan hanya terletak pada material penyaringnya, tetapi juga pada tingkat kerapatan masker saat digunakan. Masker yang menempel mengikuti kontur wajah dapat mengurangi masuknya udara yang tidak melewati filter.

"KN95 dan N95 menempel [di wajah] mengikuti kontur wajah, sehingga udara melewati filter, sedangkan masker medis longgar di sisi, atas, dan bawah sehingga udara yang tidak tersaring ikut masuk," ujarnya kepada Mistar, Selasa (27/10/2026).

Harbi juga mengutip data terkait kebakaran di Washington, Amerika Serikat, pada 2012. Data tersebut menunjukkan kunjungan rumah sakit akibat gangguan pernapasan diperkirakan turun 30 persen pada penggunaan N95, 17 persen pada masker bedah, 13 persen pada masker sintetis, dan 6 persen pada masker katun.

Untuk mendapatkan perlindungan optimal, Harbi mengingatkan masyarakat agar memperhatikan sejumlah hal saat menggunakan KN95. Pertama, membeli masker dari sumber tepercaya untuk memastikan keaslian dan kualitas produk.

Kedua, memastikan masker terpasang rapat di wajah. Menurutnya, KN95 dengan tali pengait telinga terkadang tidak serapat N95 yang menggunakan tali kepala. Karena itu, klip hidung perlu ditekan dan bagian tepi masker diperiksa untuk memastikan tidak ada kebocoran.

"Ketiga kumis dan janggut tebal di tepi masker mengurangi kerapatan," ucapnya.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) itu juga menyarankan agar masker KN95 diganti jika sudah basah, kotor, rusak, atau terasa semakin sulit digunakan untuk bernapas.

Meski demikian, Harbi mengingatkan bahwa penggunaan KN95 dapat membuat sebagian penderita penyakit jantung atau paru merasa lebih berat saat bernapas. Masyarakat dengan kondisi tersebut disarankan berkonsultasi dengan dokter. Jika mengalami pusing atau sesak yang bertambah, segera cari tempat dengan udara bersih dan lepaskan masker apabila aman untuk dilakukan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN