Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dokter Ingatkan Bahaya Penyakit Pes, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 20.08 WIB
dokter_ingatkan_bahaya_penyakit_pes_kenali_gejala_dan_cara_penularannya

Dokter Rumah Sakit Alfuadi Binjai, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, MKed (PD), Sp.PD. (foto: Handover/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Penyakit pes atau plague merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini termasuk zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Dokter Rumah Sakit Alfuadi Binjai, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, MKed (PD), Sp.PD, mengatakan bakteri Yersinia pestis secara alami bersirkulasi pada hewan pengerat, seperti tikus. Bakteri tersebut dapat menular kepada manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi dan hidup pada hewan tersebut.

“Penyakit pes ini termasuk dalam zoonosis atau penyakit yang penyebarannya dapat menular dari hewan ke manusia,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (27/10/2026).

Dokter spesialis penyakit dalam itu menjelaskan, penyakit pes perlu diwaspadai karena dapat berkembang dengan cepat dan menimbulkan kondisi serius.

“Penyakit pes juga bisa mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani. Penyakit ini secara klinis juga dibagi menjadi tiga bentuk utama, pes bubonik, pes septikemik dan pes pneumonik,” ucapnya.

Allif mengatakan penyakit pes masih ditemukan di sejumlah wilayah di dunia. Meski demikian, penyakit ini dapat diobati menggunakan antibiotik yang tepat apabila terdiagnosis dan ditangani sedini mungkin.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada dengan memahami cara penularan dan pencegahan penyakit tersebut.

Selain memahami penularannya, masyarakat juga perlu mengenali gejala penyakit pes. Menurut Allif, gejala biasanya muncul beberapa hari setelah seseorang terinfeksi.

“Pada tahap awal, penderita dapat mengalami demam tinggi yang muncul mendadak, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan badan terasa sangat lemah,” tuturnya.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Binjai itu menegaskan, diagnosis penyakit pes tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala yang dialami pasien.

Menurutnya, dokter perlu mempertimbangkan riwayat paparan, melakukan pemeriksaan klinis, serta memastikan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium yang sesuai. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN