Peserta TKA Sumut Naik 11,9 Persen, Disdik Bidik Nilai di Atas Nasional

Kepala Disdik Sumut, Alexander Sinulingga (foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Jumlah peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di Sumatera Utara (Sumut) meningkat 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut pun menargetkan nilai TKA tahun ini mampu melampaui rata-rata nasional.
Kepala Disdik Sumut, Alexander Sinulingga, mengatakan peningkatan jumlah peserta tersebut merupakan hasil dorongan kepada sekolah-sekolah agar mendaftarkan siswa secara maksimal.
“Alhamdulillah jumlah peserta TKA tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, termasuk jumlah sekolahnya,” katanya saat ditemui Mistar di Kantor Disdik Sumut, Selasa (27/10/2026).
Alexander mengatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan para pelajar memanfaatkan TKA sebagai wadah mengasah kemampuan akademis, meskipun ujian tersebut bukan merupakan syarat kelulusan mutlak.
“Jadi sangat sayang sekali kalau ada siswa atau sekolah yang tidak mendaftarkan anak-anaknya untuk mengikuti TKA. Pastinya Dinas Pendidikan punya tanggung jawab moral yang besar untuk terus mendorong sampai dengan penutupan pendaftaran kemarin,” tuturnya.
Berdasarkan data Disdik Sumut per 22 Oktober 2026, jumlah peserta TKA meningkat sebanyak 21.747 siswa, dari 183.239 siswa pada 2025 menjadi 204.982 siswa pada 2026. Persentase kenaikan tersebut mencapai 11,9 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 9,8 persen.
Peningkatan jumlah peserta juga terjadi di sebagian besar kabupaten/kota di Sumut. Sebanyak 29 dari 33 kabupaten/kota mencatat kenaikan jumlah peserta. Kabupaten Deli Serdang menjadi daerah dengan penambahan peserta terbesar, yakni 3.452 siswa, disusul Serdang Bedagai sebanyak 1.908 siswa dan Langkat sebanyak 1.660 siswa.
Selain itu, sebanyak 16 kabupaten/kota mencatat tingkat pendaftaran siswa kelas XII mencapai 95 persen atau lebih. Kota Gunungsitoli menjadi daerah dengan persentase pendaftaran tertinggi, yakni 99,7 persen dari seluruh siswa kelas XII.
Tahun ini, terdapat 70 sekolah yang baru pertama kali mengikuti TKA. Jumlah tersebut terdiri dari 24 SMA, 28 SMK, dan 18 Sekolah Luar Biasa (SMALB).
Aspek inklusivitas pendidikan juga menunjukkan peningkatan. Jumlah peserta TKA dari SMALB meningkat lebih dari lima kali lipat, dari 30 siswa pada tahun sebelumnya menjadi 160 siswa pada 2026. Sementara itu, jumlah SMALB yang berpartisipasi bertambah dari 12 sekolah menjadi 29 sekolah.
Untuk mendukung pelaksanaan TKA, Disdik Sumut telah menyiapkan sejumlah langkah strategis atas arahan Gubernur Sumut. Persiapan tersebut meliputi pematangan kesiapan siswa, peninjauan kondisi infrastruktur dan peralatan sekolah, baik yang menerapkan sistem full online maupun semi online, serta koordinasi intensif dengan satuan pendidikan.
Dari sisi pelaksanaan, sebanyak 85,3 persen sekolah di Sumut telah menerapkan sistem full online. Berdasarkan data Disdik Sumut, jumlah sekolah yang melaksanakan ujian secara daring penuh mencapai 1.706 sekolah.
Sementara itu, jumlah sekolah yang menerapkan sistem semi online tercatat sebanyak 295 sekolah. Adapun sekolah yang harus menumpang ke tempat lain untuk melaksanakan ujian menurun menjadi 30 sekolah.
Dengan meningkatnya partisipasi dan persiapan tersebut, Alexander menargetkan nilai TKA Sumut tahun ini mampu melampaui rata-rata nasional. Ia juga berharap hasil pelaksanaan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, ketika nilai TKA secara nasional mengalami penurunan.
“Targetnya kita bisa meraih di atas rata-rata nasional. Tahun lalu, secara nasional nilai TKA memang cukup menurun. Namun, harapan kita tahun ini dengan persiapan yang lebih baik, output yang dihasilkan juga pastinya lebih baik,” ucapnya. (*)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER











































