Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Bangunan Sekolah

Kemendikdasmen merevitalisasi 55.451 bangunan sekolah sepanjang kurun waktu 2025–2026. (Foto: Kemendikdasmen/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 55.451 bangunan sekolah telah direvitalisasi selama periode 2025–2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan ditujukan untuk mendukung pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
Menurutnya, capaian selama dua tahun terakhir menjadi landasan untuk melanjutkan perbaikan sistem pendidikan secara berkelanjutan.
“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mu’ti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).
Selain pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah, Kemendikdasmen juga menangani pemulihan layanan pendidikan di wilayah yang terdampak bencana.
Abdul Mu’ti menyebutkan, dari 3.178 sekolah yang menjadi sasaran pemulihan akibat tanah longsor dan banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 3.134 sekolah telah direvitalisasi.
Sementara itu, untuk penanganan bencana lainnya, program revitalisasi telah menjangkau 747 dari 749 sekolah sasaran atau sekitar 99,73 persen. Pemerintah, lanjutnya, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana di ketiga provinsi tersebut.
Kemendikdasmen juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar melalui penyediaan infrastruktur digital.
Hingga periode pelaporan, akses listrik telah disediakan bagi 2.389 sekolah, sedangkan fasilitas internet menjangkau 8.152 sekolah. Selain itu, pendampingan pemanfaatan perangkat interaktif digital (PID) telah diberikan kepada 126.097 sekolah.
Dalam aspek peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, penyaluran tunjangan bagi guru dan tenaga kependidikan non-ASN hingga September 2026 tercatat mencapai Rp16,64 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 890.280 penerima.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN ditetapkan sebesar Rp2 juta, sementara insentif diberikan sebesar Rp400.000 per bulan.
Dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan juga dilakukan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Pada 2025, program tersebut menjangkau sekitar 19 juta murid dengan total anggaran Rp13,43 triliun.
Di bidang pembelajaran, sebanyak 13,3 juta murid tercatat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara itu, pembelajaran koding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan di 20.167 sekolah.
Pemerintah juga memperluas dukungan pembiayaan operasional pendidikan melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), yang pada 2025 menjangkau 50,43 juta murid.
Adapun angka partisipasi sekolah untuk kelompok usia 7–18 tahun tercatat sebesar 93,13 persen. Sementara itu, Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) telah menjangkau 4.616 murid.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperbaiki infrastruktur pendidikan, memperluas akses belajar, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, serta mendorong pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER











































