Monday, October 26, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Hari Pertama TKA 2026 di SMAN 3 Medan, Siswa: Tak Sesulit yang Dibayangkan

Mistar.idSenin, 26 Oktober 2026 pukul 19.34 WIB
hari_pertama_tka_2026_di_sman_3_medan_siswa_tak_sesulit_yang_dibayangkan

Dua siswa MA Negeri 3 Medan, M. Arief Alfitra Zens (kanan) dan Safira Gita Mulia (kiri), yang mengikuti TKA 2026. (foto: Susan/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di SMA Negeri 3 Medan berlangsung lancar, Senin (26/10/2026). Sejumlah siswa mengaku soal Bahasa Indonesia yang diujikan tidak sesulit yang mereka bayangkan sebelumnya.

M. Arief Alfitra Zens, 16 tahun, siswa kelas 12 SMA Negeri 3 Medan yang mengikuti TKA gelombang pertama sesi pertama, mengaku sempat khawatir menghadapi ujian tersebut. Kekhawatiran itu muncul setelah mendengar banyak informasi yang menyebutkan soal TKA cukup sulit.

Namun, setelah mengerjakan soal secara langsung, ia menilai tingkat kesulitannya tidak seperti yang dibayangkan.

“Jujur sebenarnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Karena banyak sumber yang bilang TKA itu sulit, tapi ternyata tidak terlalu. Apalagi karena hari pertama Bahasa Indonesia. Dengan persiapan yang cukup matang, soal-soal itu tidak terlalu bikin stres,” katanya saat ditemui Mistar di SMA Negeri 3 Medan.

Anak keempat dari empat bersaudara itu menyebutkan, soal Bahasa Indonesia didominasi materi ide pokok dan pemahaman paragraf. Menurutnya, materi tersebut mencakup sekitar 60 persen dari keseluruhan soal yang dikerjakan.

Pelaksanaan TKA 2026 di SMA Negeri 3 Medan. (foto: Dok. SMA Negeri 3 Medan/Mistar)

Untuk mempersiapkan diri, Arief belajar secara mandiri melalui internet. Ia juga mengikuti program intensif dan memanfaatkan buku panduan yang disediakan sekolah.

Pengalaman serupa disampaikan Safira Gita Mulia, 17 tahun, siswi kelas 12 SMA Negeri 3 Medan. Ia menilai ketelitian membaca menjadi hal penting dalam mengerjakan soal literasi, terutama ketika menghadapi teks panjang seperti cuplikan novel dan puisi.

“Harus lebih teliti membacanya, jangan sampai ada kata-kata yang terlewatkan. Jadi harus benar-benar diliterasi,” ujarnya.

Anak ketiga dari tiga bersaudara itu mengaku belajar hingga larut malam untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA. Ia juga bangun sejak subuh agar bisa datang ke sekolah sesuai ketentuan, yakni 30 menit sebelum ujian dimulai.

Safira memilih mata pelajaran Kimia dan Biologi sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jurusan Kedokteran di perguruan tinggi. Sementara itu, Arief memilih mata pelajaran serupa dengan target melanjutkan studi di jurusan Biologi Universitas Sumatera Utara (USU).

Selama pelaksanaan ujian, Safira mengaku tidak mengalami kendala teknis, baik pada perangkat yang digunakan maupun jaringan internet.

Pelaksanaan TKA 2026 di SMA Negeri 3 Medan diikuti 428 siswa kelas 12. Peserta dibagi menjadi dua gelombang dengan dua sesi setiap hari selama delapan hari pelaksanaan.

Pada hari pertama, siswa mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan mengikuti survei karakter dengan durasi sekitar 105 menit per sesi. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN