Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Nilai Capai Rp18,3 Triliun, Singapura Kuasai 61 Persen Investasi Asing di Sumut

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 21.18 WIB
nilai_capai_rp183_triliun_singapura_kuasai_61_persen_investasi_asing_di_sumut

Kepala DPMPTSP Sumut Nurbaiti Harahap (tengah) saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (27/10/2026). (foto: Iqbal/Mistar)

Medan, MISTAR.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Utara (Sumut) mencatat Singapura sebagai negara dengan nilai investasi asing terbesar di provinsi ini dengan realisasi mencapai Rp18,302 triliun.

Kepala DPMPTSP Sumut, Nurbaiti Harahap, mengatakan selain Singapura, empt negara lain dengan nilai investasi terbesar di Sumut adalah Belanda, Malaysia, Inggris, dan Tiongkok.

“Singapura menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Sumut, yaitu mencapai Rp18,302 triliun. Nilai ini memberikan kontribusi sekitar 61 persen terhadap realisasi investasi asing di Sumut,” ujarnya saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (27/10/2026) sore.

Nurbaiti mengatakan kinerja investasi di Sumut menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, realisasi investasi tercatat sebesar Rp39 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp48,2 triliun pada 2024 dan kembali naik menjadi Rp58,5 triliun pada 2025.

Sementara itu, realisasi investasi di Sumut hingga triwulan III 2026 mencapai Rp37 triliun.

Menurut Nurbaiti, peningkatan investasi diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di kabupaten dan kota di Sumut.

Ia menyebut lima daerah dengan realisasi investasi terbesar di Sumut, yakni Kabupaten Simalungun, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat.

Berdasarkan sektor usaha, industri kimia dan farmasi menjadi penyumbang realisasi investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp9,4 triliun.

“Lalu investasi terbesar juga berasal dari sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, kemudian industri makanan, listrik, gas dan air, serta sektor jasa lainnya,” katanya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN