Monday, October 26, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

SI-ASIK Hanya Bisa Diakses 4 Hari Sebulan, Pelaksanaan CKG Terkendala

Mistar.idSenin, 26 Oktober 2026 pukul 19.13 WIB
siasik_hanya_bisa_diakses_4_hari_sebulan_pelaksanaan_ckg_terkendala

Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di salah satu puskesmas. (foto: Berry/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) optimistis target pemanfaatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tercapai pada akhir tahun ini. Namun, dalam pelaksanaannya, Dinkes Sumut menghadapi sejumlah kendala, mulai dari penginputan data hingga edukasi kepada masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, mengatakan salah satu kendala yang dihadapi adalah penginputan data ke aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Sehat IndonesiaKu (SI-ASIK) yang dikendalikan Kementerian Kesehatan.

"Aplikasi (Sistem Informasi Aplikasi Sehat IndonesiaKu atau SI-ASIK) ini dikendalikan Kementerian Kesehatan, begitu ada masalah jaringan maupun aplikasinya itu jadi kendala kami," ujar Hery, Senin (26/10/2026).

Ia mencontohkan, dalam dua bulan terakhir, Dinkes Sumut mengalami kendala dalam penginputan data. Dalam satu bulan, aplikasi tersebut disebut hanya bisa diakses selama empat hari.

Menurut Hery, pada hari-hari lainnya aplikasi SI-ASIK mengalami pemeliharaan (maintenance). Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan penggunaan aplikasi oleh seluruh provinsi di Indonesia.

"Jadi mungkin berebut (semua provinsi) untuk mengakses aplikasi, sedangkan tugas kami hanya penginputan data ke aplikasi karena akses dari aplikasi dikendalikan Kementerian Kesehatan," ucapnya.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Dinkes Sumut memiliki data cadangan secara manual apabila gangguan pada aplikasi SI-ASIK menyebabkan data belum seluruhnya terinput.

Selain kendala penginputan data, Dinkes Sumut juga menghadapi persoalan terkait alat kesehatan yang menjadi urusan Kementerian Kesehatan. Edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat program CKG juga menjadi tantangan tersendiri.

Hery mengatakan, sebagian masyarakat terkadang merasa belum membutuhkan pemeriksaan kesehatan gratis atau belum mengetahui keberadaan program tersebut.

"Edukasi ke masyarakat juga perlu, karena terkadang masyarakat merasa tidak perlu atau belum tau tentang CKG yang berfungsi untuk melakukan pengecekan kesehatan sedini mungkin dan ini gratis," katanya.

Dinkes Sumut berharap seluruh pihak, khususnya media, turut membantu menyebarluaskan informasi mengenai program CKG kepada masyarakat agar pemanfaatannya semakin meningkat.

Meski menghadapi sejumlah kendala, Dinkes Sumut menyebut capaian target program CKG saat ini masih on the track. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN