Laba ANTAM Meroket 46 Persen Jadi Rp9,6 Triliun, Emas dan Nikel Jadi Penopang

Ilustrasi, laba Antam yang meroket dengan penopang emas dan nikel. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (28/10/2026) — PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan kinerja moncer hingga kuartal III-2026. Laba bersih emiten pelat merah itu melesat 46 persen menjadi Rp9,6 triliun, dari Rp6,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilansir CNBC Indonesia, Rabu (28/10/2026), lonjakan laba ditopang kenaikan di hampir seluruh lini bisnis.
Pendapatan ANTAM pada sembilan bulan pertama 2026 tercatat Rp88,48 triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan Rp72,03 triliun pada kuartal III-2025. Pasar domestik masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp83,86 triliun atau 95 persen dari total penjualan, naik 21 persen secara tahunan.
Laba kotor naik 42 persen menjadi Rp15,56 triliun dari Rp10,98 triliun, sedangkan laba usaha melonjak 53 persen menjadi Rp12,05 triliun dari Rp7,89 triliun.
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp13,48 triliun, naik 45 persen dari Rp9,33 triliun. Kontribusi laba dari entitas asosiasi juga meroket 115 persen menjadi Rp300,58 miliar dari Rp140,03 miliar.
Direktur Utama ANTM, Untung Budiharto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika industri.
"Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha," ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Emas dan Nikel Penopang Utama
Komoditas emas masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 77 persen terhadap total penjualan. Penjualan emas naik 17 persen menjadi Rp68,41 triliun dari Rp58,67 triliun. Volume penjualan emas mencapai 25.217 kg atau setara 810.745 troy oz, sementara produksi dari tambang perusahaan tercatat 634 kg.
Segmen nikel, yang meliputi feronikel dan bijih nikel, menyumbang 19 persen dengan pendapatan melonjak 52 persen menjadi Rp16,98 triliun dari Rp11,15 triliun. Produksi bijih nikel mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt) dengan penjualan 10,73 juta wmt. Produksi feronikel tercatat 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan penjualan naik 71 persen menjadi 13.971 TNi.
Sementara itu, segmen bauksit dan alumina berkontribusi 3 persen dengan nilai Rp2,64 triliun, naik 35 persen dari Rp1,95 triliun. Produksi bauksit mencapai 2 juta wmt dengan penjualan tumbuh 49 persen menjadi 1,64 juta wmt. Untuk alumina chemical grade, produksi naik 14 persen menjadi 153.399 ton.
Dari sisi neraca, total aset ANTAM per kuartal III-2026 mencapai Rp59,74 triliun, naik 24 persen dari Rp48,07 triliun. Ekuitas naik 17 persen menjadi Rp41,22 triliun dari Rp35,20 triliun. Posisi kas dan setara kas tetap kuat di angka Rp10,54 triliun, tumbuh 14 persen, dengan arus kas operasi naik 26 persen menjadi Rp5,06 triliun. (hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Kejar Target Lifting 612.500 Barel di 2027, SKK Migas Akui Selalu Meleset 3 Tahun Terakhir










































