Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kuasai Dana Kampanye Triliunan, Kandidat Muslim Ini Bikin Sejarah di Pemilu AS 2026

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 09.21 WIB
kuasai_dana_kampanye_triliunan_kandidat_muslim_ini_bikin_sejarah_di_pemilu_as_2026_

Ilustrasi, para kandidat yang memperebutkan kursi Kongres Amerika Serikat pada pemilu sela November 2026. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Washington, MISTAR.ID (28/10/2026) — Perebutan kursi Kongres Amerika Serikat pada pemilu sela November 2026 semakin sengit. Besarnya dana kampanye yang dikantongi para kandidat menjadi cerminan betapa panasnya persaingan politik di Negeri Paman Sam.

Mengutip CNBC Indonesia, Rabu (28/10/2026), Kongres AS merupakan lembaga legislatif federal yang bertugas membuat undang-undang, menetapkan anggaran, dan mengawasi pemerintahan. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki DPR dan DPD, Kongres AS terdiri dari dua kamar, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat atau House of Representatives.

Data penggalangan dana kandidat Senat dihitung sejak 1 Januari 2021, sedangkan kandidat DPR sejak 1 Januari 2025, mengikuti siklus pemilu yang berbeda.

Demokrat Mendominasi Daftar Senat

James Talarico dari Partai Demokrat memimpin daftar kandidat Senat dengan dana terkumpul 146,3 juta dolar AS atau sekitar Rp2,65 triliun (kurs Rp18.135 per dolar AS), disusul Jon Ossoff dengan 136,6 juta dolar AS. Keduanya unggul jauh dari Sherrod Brown yang mengumpulkan 68,4 juta dolar AS.

Talarico maju sebagai kandidat Senat dari Texas, negara bagian yang mencakup Lubbock, kota besar paling konservatif di AS berdasarkan pola pemungutan suara tingkat kabupaten dalam pemilihan presiden 2024.

Sepuluh kandidat teratas dalam daftar Senat seluruhnya berasal dari Partai Demokrat. Namun, tidak semua nama masih berlaga pada November.

Raja Krishnamoorthi yang mengumpulkan 31,6 juta dolar AS kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Illinois pada 17 Maret 2026 sehingga tidak masuk surat suara November.

Abdul El-Sayed dengan dana 53,8 juta dolar AS justru memenangkan pemilihan pendahuluan Demokrat di Michigan pada 4 Agustus dan akan menghadapi kandidat Republik, Mike Rogers.

Peta Persaingan di DPR

Alexandria Ocasio-Cortez menempati posisi teratas di antara kandidat DPR dengan dana 38 juta dolar AS.

David Trone berada di urutan kedua dengan 26,2 juta dolar AS, tetapi sekitar 25 juta dolar AS di antaranya berasal dari pinjaman pribadi untuk kampanyenya. Trone kemudian kalah dalam pemilihan pendahuluan Demokrat pada 23 Juni 2026 dari April McClain Delaney.

Eric Jones yang berada di posisi keempat dengan 18,1 juta dolar AS juga mengandalkan dana pribadi. Investor modal ventura itu menyumbang hampir 15 juta dolar AS untuk kampanyenya.

Berbeda dengan daftar Senat, daftar 10 besar DPR mencakup delapan kandidat Demokrat dan dua kandidat Republik, yakni Mike Johnson dan Anthony Constantino.

Ada Kandidat Muslim dan Keturunan Asia

Di antara kandidat dengan dana kampanye terbesar, terdapat nama berlatar belakang Muslim dan Asia Selatan.

Abdul El-Sayed yang mengumpulkan 53,8 juta dolar AS untuk pemilihan Senat merupakan Muslim Amerika keturunan Mesir. Jika terpilih, ia berpotensi menjadi senator Muslim pertama di AS.

Sementara itu, Ro Khanna mengumpulkan 15,3 juta dolar AS dan masuk dalam daftar kandidat DPR. Ia merupakan politikus keturunan India-Amerika.

Nama lain adalah Raja Krishnamoorthi yang lahir di New Delhi, India, dan merupakan politikus keturunan India-Amerika, tetapi kalah dalam pemilihan pendahuluan sehingga tidak masuk surat suara November.

Ketiga nama ini memperlihatkan bahwa daftar penggalang dana terbesar mencakup kandidat dengan latar belakang yang beragam.

Di luar dana yang dihimpun langsung kandidat, pengeluaran pihak luar juga berperan. Elon Musk telah menyumbangkan lebih dari 445 juta dolar AS selama siklus pemilu 2026 untuk mendukung kelompok Republik dan super PAC-nya, America PAC. Dana tersebut terpisah dari total penggalangan dana kandidat. (hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN