Alasan Keamanan, Israel Usir Paksa 3.171 Warga Palestina dari Hebron Tepi Barat

Ilustrasi: Militer Israel dan protes di kota Ramallah (Tepi Barat) melawan pendudukan Israel. (Foto ilustrasi: bbc/getty images/kolasemistar)
Hebron, MISTAR.ID (27/10/2026) - Militer Israel kembali melakukan pengusiran paksa terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Operasi militer di Kota Hebron menyebabkan 488 keluarga atau sekitar 3.171 warga terusir dari rumah mereka.
Dilansir Xinhua, Selasa (27/10/2026), operasi tersebut berlangsung sejak Jumat (23/10/2026). Otoritas Kota Hebron menyebut pasukan Israel memaksa 3.171 orang meninggalkan kediaman mereka, terutama di kawasan Deir Baha dan Al-Jalda.
Ratusan warga di lingkungan permukiman sekitar masih terjebak di dalam rumah dan dilarang keluar. Wakil Gubernur Hebron Rafiq al-Jabari mengatakan kota itu mengalami kondisi sangat keras seiring berlanjutnya operasi militer.
"Pasukan Israel melakukan penggerebekan rumah, penangkapan, dan interogasi. Mereka memaksa warga meninggalkan rumah dan properti serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas dan sistematis," kata Al-Jabari.
Ia memperingatkan situasi telah berkembang ke arah yang berbahaya.
Israel mengklaim operasi tersebut dilancarkan menyusul insiden penembakan di dekat Hebron yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Pasukan Israel menembak mati dua warga Palestina yang diduga pelaku penembakan.
Di sisi lain, serangan militer Israel masih terus berlangsung di Jalur Gaza. (detikcom/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Pecah di Dalam, Panglima Militer Israel Adu Mulut dengan Netanyahu soal Perang Lawan Iran









































