Ketua KADIN Dorong Revitalisasi Tata Ruang Dairi untuk Dongkrak Ekonomi 2027

Persimpangan Jalan Nasional-Sidikalang-Aceh-Kutabuluh, di Jalan Ahmad Yani Sidikalang. (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID (28/10/2026) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dairi, David Partahan Najogi Sasta Maju Tambunan, 52 tahun, pengusaha yang dikenal sukses, menggambarkan Kabupaten Dairi berpotensi memiliki wajah kota yang lebih baik dan ekonomi yang tangguh pada 2027 jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melakukan terobosan revitalisasi tata ruang, Rabu (28/10/2026).
Menurut David, yang dikenal sebagai pemilik Sasta Group, kelompok usaha yang bergerak di sejumlah bidang, seperti galian C, SPBU, perhotelan, dan kontraktor, Pemkab harus melakukan revitalisasi tata ruang Kabupaten Dairi, khususnya wajah kota di Kecamatan Sidikalang.
Revitalisasi tersebut diharapkan dapat menghidupkan dan mengaktifkan kawasan sesuai fungsi ekonominya melalui sejumlah pembangunan. Di antaranya, pelebaran jalan Sidikalang–Sitinjau segera dilaksanakan karena menjadi lintasan ramai kendaraan AKDP dan AKAP rute Medan–Aceh. Kemudian, jalan protokol (nasional), mulai dari titik awal Jalan Ring Road dekat Makam Pahlawan Sidikalang, dibuat menjadi satu jalur sampai ke Jembatan Kilometer 2 Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Selanjutnya, pengoperasian Jalan Ring Road Sidikalang yang melintasi Desa Huta Rakyat, Kelurahan Kuta Gambir, Desa Belang Malum, dan Kelurahan Sidiangkat dilakukan secara maksimal dan efektif.
Sebelumnya, David mengapresiasi pengoperasian Jalan Ring Road Sidikalang yang melintasi Desa Huta Rakyat, Kelurahan Kuta Gambir, Desa Belang Malum, dan Kelurahan Sidiangkat, yang resmi dioperasikan sebagai jalur khusus kendaraan truk.
Seiring dengan pengoperasian jalan ring road tersebut, David juga meminta agar infrastruktur di sepanjang jalur itu ditingkatkan secara menyeluruh, dengan menghubungkan Kuta Padang, Sidiangkat, hingga Jalan Nasional, tepatnya di dekat Makam Pahlawan Dairi, Kelurahan Batang Beruh, sehingga menjadi jalur lintas Sidikalang–Aceh.
Dengan peningkatan infrastruktur tersebut, menurut David, potensi peningkatan perekonomian dari berbagai jenis usaha di sepanjang jalan itu tentu dapat mendukung kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah.
“Jika infrastruktur di sepanjang jalan ring road tersebut ditingkatkan, perekonomian dan pendapatan daerah otomatis meningkat,” kata David, pengusaha muda pemilik Sasta Group, saat dihubungi MISTAR.ID di Kafe Hotel Sasta.
Dalam hal ini, KADIN Kabupaten Dairi akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui kolaborasi antara KADIN dan pemerintah, serta inovasi daerah berbasis hilirisasi digital.
David Tambunan menyampaikan bahwa KADIN Dairi bersama Bank Sumut menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan 11 pelaku UMKM untuk pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) maksimal Rp200 juta dengan bunga nol persen dan tanpa agunan pada 2026. Selanjutnya, pada 2027, pinjaman tersebut dikenakan bunga 3 persen. Pada tahun berikutnya, bunga kembali normal menjadi 6 persen. Untuk pinjaman Rp200 juta, terdapat ketentuan persyaratan kredit terkait agunan.
Jauh sebelumnya, David Sasta menggambarkan Kabupaten Dairi melalui penerapan jalan protokol satu jalur dengan tujuan meningkatkan taraf ekonomi Dairi. Pengusaha sukses di Dairi, David Partahan Najogi Sasta Maju Tambunan, atau dikenal sebagai Jogi, pengelola Sasta Group, sengaja mengundang media untuk ngopi bareng di Hotel Sasta, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, baru-baru ini.
Jogi menggambarkan perubahan wajah kota Kabupaten Dairi melalui rekayasa jalan protokol Sidikalang menjadi satu jalur yang juga akan menjadi ikon pusat bisnis untuk meningkatkan taraf ekonomi.
“Jika Pemerintah Kabupaten Dairi mampu membuat terobosan dengan mengubah wajah kota melalui penetapan jalan protokol Sidikalang menjadi satu jalur, di sanalah lahir sejarah baru wajah kota yang nyata. Menata daerah itu menjadi pusat bisnis, usaha vital, dan lainnya. Sehingga akses lain dapat dimanfaatkan dan otomatis usaha masyarakat maju karena menjadi akses yang dilalui aktivitas masyarakat. Jalan ring road, akses keluar-masuk jalan protokol, hidup dan tertata rapi,” tutur Jogi, berharap hal itu segera direalisasikan.
Ide itu muncul tidak hanya sebatas kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi untuk kepentingan masyarakat umum seiring perkembangan penduduk dan pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini tertidur. Taraf ekonomi pasti meningkat dengan tersentuhnya dan terfungsikannya akses yang ada. (hm27)












































