Hasil Exit Poll Masih Imbang, Netanyahu Malah Klaim Menang Pemilu Israel

PM Israel Benjamin Netanyahu respons hasil poll exit pemilu. (Foto: Reuters/Ammar Awad)
Yerusalem, MISTAR.ID (28/10/2026) — Perdana Menteri petahana Israel, Benjamin Netanyahu, muncul ke publik dan mengklaim memenangi Pemilu Israel 2026. Padahal, hasil penghitungan cepat atau exit poll sementara menunjukkan persaingan masih imbang dan belum ada blok yang mengamankan mayoritas di parlemen.
Sejumlah media Israel melaporkan kubu Netanyahu unggul tipis, tetapi data resmi belum keluar, demikian CNN Indonesia melansir Rabu (28/10/2026).
Berbicara di hadapan pendukungnya, Rabu (28/10/2026), Netanyahu menyebut partainya, Likud, bersama partai-partai sayap kanan telah meraih mayoritas dan siap membentuk pemerintahan.
"Yang kita lihat adalah Partai Likud merupakan partai terbesar. Tidak ada yang bisa menyaingi kami," kata Netanyahu seperti dikutip Al Jazeera.
"Blok kanan memiliki mayoritas, dan mayoritaslah yang menentukan," lanjutnya.
Netanyahu menuding hasil exit poll yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi sebelumnya tidak benar karena memperlihatkan koalisi Gadi Eisenkot unggul. Ia menuduh stasiun televisi tersebut berupaya menghalangi pendukungnya untuk memilih dengan memproyeksikan kemenangan oposisi.
Dalam pidato yang sama, Netanyahu memperkirakan hasil final pemungutan suara akan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan. Ia menegaskan akan membentuk pemerintahan sayap kanan nasional.
"Kita perlu membentuk pemerintahan sayap kanan nasional," ujarnya.
Ia juga menyatakan Israel tidak boleh bekerja sama dengan partai Arab. Ia menuduh partai Arab telah menentang keberadaan Yahudi.
Pernyataan tersebut merupakan yang pertama disampaikan Netanyahu setelah pemungutan suara anggota Knesset digelar Selasa (27/10/2026).
Dilansir AFP, exit poll Channel 11 dan Channel 13 sama-sama menempatkan kubu Netanyahu dan Eisenkot meraih 51 kursi. Sementara Channel 12 memberi keunggulan tipis bagi kubu Eisenkot. Lembaga penyiaran publik Kan juga menunjukkan posisi imbang 51-51.
Dengan perolehan tersebut, belum ada satu blok pun yang mencapai 61 kursi, yakni ambang batas mayoritas untuk mengamankan Knesset.
Kekurangan kursi pada dasarnya bisa diatasi dengan dukungan partai-partai Arab yang diproyeksikan meraih 17-18 kursi. Namun, hingga kini tidak ada satu blok pun yang bersedia berkoalisi dengan partai Arab. (hm02)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER












































