Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Bilbao Rusuh Usai Protes terhadap Tokoh Sayap Kanan, 20 Orang Ditangkap

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 15.07 WIB
bilbao_rusuh_usai_protes_terhadap_tokoh_sayap_kanan_20_orang_ditangkap

Sejumlah mobil dibakar saat kerusuhan dalam protes terhadap tokoh sayap kanan Bilbao, Senin (26/10/2028) malam waktu setempat. (foto: AP)

Bilbao, MISTAR.ID - Kerusuhan pecah di Kota Bilbao, Spanyol, pada Senin (26/10/2026), setelah aksi protes terhadap tokoh sayap kanan Vito Quiles berujung pada pembakaran kendaraan, perusakan toko, dan penjarahan. Sebanyak 20 orang ditangkap dalam insiden tersebut.

Dikutip dari The Sun, ribuan orang turun ke jalan untuk menentang rencana Quiles, 26 tahun, berbicara di Universitas Deusto. Namun, pihak universitas membatalkan acara tersebut dengan menutup fasilitas kampus dan menghentikan kegiatan perkuliahan sebagai langkah antisipasi.

Meski sebagian besar demonstran membubarkan diri pada malam hari, situasi kemudian berubah menjadi kerusuhan. Sekitar 300 orang, sebagian besar berusia muda, dilaporkan membakar satu sepeda motor milik polisi dan lima mobil warga, serta menjarah sejumlah toko setempat.

Menteri Keamanan Basque, Bingen Zupiria, mengatakan banyak orang yang ditangkap masih di bawah umur. Mereka juga dilaporkan terlibat dalam penjarahan usaha milik keluarga.

Sejumlah warga yang diwawancarai surat kabar lokal El Correo mengatakan para perusuh merusak ban mobil dan mengenakan penutup wajah. Seorang pemilik toko mengaku melihat sejumlah pelaku yang diperkirakan berusia sekitar 14 tahun melemparkan botol kaca ke arah tokonya.

Wali Kota Bilbao, Juan Mari Aburto, mengecam aksi kekerasan tersebut. Ia mengatakan kerugian akibat kerusakan diperkirakan mencapai hampir 46.000 pound sterling atau sekitar Rp1 miliar. Selain lima mobil, sebanyak 38 tempat sampah juga dilaporkan hancur.

Pihak berwenang setempat menegaskan bahwa para pelaku perusakan akan dimintai pertanggungjawaban.

Quiles dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang membangun popularitas melalui video wawancara jalanan bernada konfrontatif dan aksi protes terhadap Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez yang berhaluan kiri.

Ia sebelumnya bekerja sebagai petugas pers untuk politikus sayap kanan Alvise Perez dan kini bekerja di platform media Estado de Alarma.

Pada September lalu, parlemen Spanyol mencabut kartu pers Quiles setelah ia berulang kali melanggar aturan dan kode etik parlemen.

Setelah kematian Charlie Kirk, Quiles memutuskan menggelar tur ke sejumlah universitas di Spanyol. Namun, sebagian besar acara dalam rangkaian tersebut berlangsung tanpa persetujuan resmi dari pihak kampus dan menghadapi penolakan keras dari mahasiswa serta larangan administratif.

Tur bertajuk Espana combativa atau "Spanyol Berjuang" itu kembali memicu ketegangan di Bilbao hingga acara yang direncanakan di Universitas Deusto akhirnya dibatalkan.

Setelah kerusuhan, Quiles justru memperkeruh situasi melalui unggahan di media sosial. Ia mengeklaim para perusuh memiliki hubungan dengan ETA, kelompok separatis bersenjata Basque yang telah membubarkan diri.

“Hari ini menjadi jelas siapa sebenarnya kelompok ekstremis itu. Mereka bukan mahasiswa, mereka teroris,” tulis Quiles.

Ia kemudian menambahkan, “Kalian bersama acara saya, bersama kebebasan, atau bersama ETA. Tidak ada pilihan lain.”

Dalam unggahan lainnya, Quiles menyindir para penentangnya dan mengklaim berhasil menggerakkan orang-orang yang sebelumnya jarang keluar rumah pada Senin siang.

“Apa yang terjadi hari ini di Bilbao adalah sebuah keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sekarang waktunya minum bir,” tulisnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN